PUISI

Tadi Malam Aku Terbunuh

21 Mar 2017 | 07:55 Diperbarui : 21 Mar 2017 | 08:30 Dibaca : Komentar : Nilai :
Hati (Sumber Gambar: Pixabay)

tadi malam, aku terbunuh,
jiwaku telah mati, setelah sebelumnya ia menghisap darahku,
wajah pucat tentu saja, membeku biru,
ia telah membunuhku dengan lembut,

jika saja ia mampu mengungkapkan kesukaannya,
: "aku akan berarti bagimu,"
kubaringkan jiwaku untuknya,
kulindapkan bayangan mataku padanya,

namun tak kutemukan saat yang baik,
hingga ia sampaikan pernyataan tulusnya,
sebelum semua sungguh-sungguh seia sekata,
yang tertinggal hanya jiwa yang gemetar,

tetapi aku masih memiliki hati,yang di tinggalkan pesan olehnya,
ia berkata,"hatimu kutinggalkan, agar bisa bertemu denganmu kembali suatu saat,"

o, jiwaku telah mati, dan hatiku dikuasainya pula!

 
Semarang, 21/03/2017

Wahyu Sapta

/wahyu_sapta

TERVERIFIKASI

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.