DONGENG

Di Balik Makna Cerita Kura-kura dan Kelinci

20 Oct 2016 | 00:41 Dibaca : Komentar : Rating :

Siapa yang tidak tahu akan cerita anak-anak mengenai seekor kura-kura yang lambat dan si kelinci yang cepat. Dimana sang kelinci menyombongkan dirinya sebagai pelari tercepat di hutan itu dan menantang kura-kura untuk berlomba lari karena kura-kura menegur kesombongan kelinci. Cerita ini mempunyai inti dan pusat permasalahan ketika kelinci tertidur di tengah perlombaan dan kura-kura menyusul secara perlahan hingga menang.Tapi dengan beberapa kejanggalan di cerita ini muncul pertanyaan di benak para pembaca, mengapa kelinci tertidur? mengapa kura-kura berjalan tanpa lelah? sejauh apa lomba mereka hingga kelinci yakin bisa mengalahkan kura-kura dan tertidur? Akan dibahas dibalik makna cerita ini.

1. Kelinci bertindak bodoh dan seleboran

Ada banyak versi dari cerita ini, tapi pada intinya kita dapat menangkap pesan bahwa kita tidaklah boleh untuk menyombongkan diri.Tapi ada banyak makna lain yang dapat diambil. Kelinci yang tidur adalah simbol dari kelinci meremehkan dan malas, tetapi kelinci juga kurang pintar karena tidak dapat menentukan jarak yang aman dimana kelinci itu tidur, kura-kura tak akan bisa mengejar. Kura-kura tercepat berjalan dengan kecepatan sekitar 16,7 meter/menit dan kelinci rata-rata 800 meter/menit. Pada waktu normalnya kelinci tidur selama 8,4 jam dan selama itu kura- kura hanya bisa berjalan sejauh sekitar 8417 meter, yang hanya memerlukan sekitar 11 menit untuk kelinci. Kita bisa simpulkan kebodohan kelinci yang bahkan tidak bisa menentukan jarak yang memastikan kemenangannya dan kemalasan kelinci yang hanya berlari sekitar 11 menit dan tertidur. 

2. Kura-kura mempunyai banyak teman

Ada kura-kura yang sangat rajin dan tabah, tetapi tidak hanya itu. Kura-kura juga hewan yang mempunyai banyak teman, dibuktikan di cerita pada beberapa versi kura-kura sedang bergurau dengan teman-temannya ketika kelinci lewat dan menerbangkan debunya ketika berlari. Dan secara norma orang yang sombong tak akan mempunyai teman dan akan dibenci oleh orang lain, dan juga ada pepatah mengatakan "musuh dari musuhku adalah temanku" sehingga hewan-hewan lain yang benci terhadap kesombongan kelinci akan berteman dengan kura-kura atas dasar rasa tidak suka terhadap kelinci. Kita bisa simpulkan bahwa orang yang rendah hati akan mempunyai jauh lebih banyak teman dibandingkan orang sombong.

3. Kemenangan kura-kura yang sesungguhnya

Lekas apa yang kura-kura akan lakukan setelah mengalahkan kelinci? Tentu kura-kura tidak akan mendapatkan posisi kelinci sebagai pelari tercepat di hutan, karena kelinci akan tetap menjadi pelari tercepat. Walaupun begitu orang yang disadarkan kesalahannya dengan pengalaman sendiri akan lebih berdampak daripada pengalaman orang lain. Tentu kelinci tidak akan mengulangi kesalahannya terhadap binatang-binatang, tetapi kelinci sudah harus menanggung malu karena kekalahannya. Kemenangan kura-kura sudah memberikannya rasa bangga atas kekalahan kelinci dan hormat dari binatang yang lain. Kita bisa simpulkan bahwa rasa menang sesungguhnya tidak selalu didapat dari mengalahkan orang, tetapi apa yang didapat sebelum dan sesudah menang itu terjadi

4. Orang besar tidak selalu berkuasa

Mengapa dari semua hewan yang ada, sang pembuat cerita mengambil hewan kelinci dan kura-kura sebagai tokoh? ini menunjukan bahwa orang yang bahkan tidak dianggap dapat melakukan perubahan. Banyak binatang yang bahkan lebih cepat dari sang kelinci seperti babi, unta, dan bahkan tikus, tetapi kenapa yang berlomba dengan kelinci adalah kura-kura yang sudah kita ketahui mempunyai kecepatan lambat. Ini mengajarkan bahwa orang yang paling tidak disangka untuk mempunyai dampak, bisa juga melakukan perubahan asal ada kemauan dan tekad

Moga-moga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu memahami cerita kura-kura dan kelinci dengan lebih mendalam. Terima kasih juga untuk yang sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. 

Timotius Daniel

/timotius_dan


Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.