PUISI

Oportunis

02 Dec 2016 | 17:42 Dibaca : Komentar : Rating :
Ilustrasi: Clker-Free-Vector | https://pixabay.com/id/users/Clker-Free-Vector-Images-3736/

Kita butuh Toleransi!
 Kebebasan ibadah mesti pasti!!
 kebhinekaan harga mati!!!
 Hilangkan segala benci!!!
 Seru Imam yang suci
 nyaring, indah seperti puisi

 Namun tiba-tiba blur
 sosoknya jadi kabur
 suara senyap seolah tidur

 Ketika Petani miskin tergusur
 Ketika buruh dipaksa lembur
 tanpa pernah bisa makmur
 Mayat TKI penuh bilur
 Protes kritis pemuda terkubur
 dibungkam sangkur pasukan tempur

 Tuan Imam hanya tafakur
 mengucap lirih kata menghibur
 agar umat tetap bersyukur
 karena diberi panjang umur
 sebab melawan adalah takabur

 "If you want peace, work for justice"
 Paul Enam menulis
 John Paul Dua bikin tegas

 Tuan imam tahu itu
 tetapi bertindak nanti dulu
 butuh nyali seribu
 Lagi pula tugas menunggu
 susun kotbah hari minggu

 Biarkan justice urusan komunis
 kita bicara saja tentang peace
 lebih aman dan manis

 asal gereja boleh berdiri
 mari ajak orang kemari
 menyanyi sambil menari
 cukup peduli selamat sendiri

 ***
 Tilaria Padika
 Kupang, 30 Nov 2016

___

Baca juga: DOA PEMBELA TUHAN

Tilaria Padika

/tilariapadika

VERIFIED

Berdiam di Kupang, Timor. Hanya versi lain Alberto Knox, tercipta dari tangan diri lain Jostein Gaarder, pada lain masa. Abaikan saja Albert Knag.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.