PUISI

Balada Cinta Kelas Pekerja

02 Dec 2016 | 18:44 Dibaca : Komentar : Rating :
Ilustrasi: https://pixabay.com/id/users/ArtsyBee-462611/

 Aku rindu bersetubuh
 kata Sinta perempuan buruh
 dari balik mesin jahit
 dengan nada yang pahit

 Tentu, semua merindukannya
 sahut Salma sang sahabat
 sambil memeriksa jahitan celana
 jangan sampai ada cacat

 tapi tubuh sungguh lelah
 sekujur otot menyerah
 gagal turuti gairah
 meski menggebu bikin resah
 pasrah!
 keluh Sinta setengah mendesah

 Suamimu bagaimana?
 bisakah ia terima?
 atau ia pergi kelana
 tiduri lonte saban purnama?
 tanya Salma

 Tak!
 Ia pun sama lebam
 lelap setelah makan malam
 kutahu gairahnya tak padam
 pada tubuh dan desahku
 tetapi kami sudah berjibaku
 dengan mesin-mesin menderu
 maka malam biarkan berlalu
 untuk esok yang baru

 Oh, Sinta, beruntung engkau
 tapi tak denganku
 keluargaku pernah gaduh
 Gara-gara suami selingkuh
 Salma mengeluh

 Lalu?

 hatiku sempat runtuh
 tapi aku bersikukuh
 janganlah rumah tangga runtuh
 anakku butuh tempat berteduh
 juga kesempatan bertumbuh

 Sinta menatap Salma
 memeluknya erat dan lama
 Kita perempuan kelas pekerja
 tak kenal cinta yang manja
 bisiknya pada Salma

 ***
 Tilaria Padika
 Kupang, pangkal Desember 2016



Tilaria Padika

/tilariapadika

VERIFIED

Berdiam di Kupang, Timor. Hanya versi lain Alberto Knox, tercipta dari tangan diri lain Jostein Gaarder, pada lain masa. Abaikan saja Albert Knag.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.