CERPEN

[LOMBAPK] Beda Itu Tidak Masalah Toh?

11 Jan 2017 | 16:55 Diperbarui : 11 Jan 2017 | 17:02 Dibaca : Komentar : Nilai :
Sumber : dokpri


“Pak, sudah tahu belum ? …. di rumah sakit yang di depan perumahan kita, ada bayi baru lahir, tapi gak punya tulang.” kata tetanggaku.

“Yang bener pak? Terus gimana kondisi bayinya sekarang?” Saya kaget bercampur penasaran.

Sepertinya tetanggaku itu berusaha menahan senyumnya, sepertinya ada yang dia sembunyikan. Dia pun berkata, “Serius amat nanggapinya Pak!”

“Ya, ialah Pak, masalahnya saya belum pernah dengar kejadian yang begitu!” Kataku.

“Ya Pak, benar……. (sambil mulai tersenyum lebar) soalnya mama bayi itu orang Batak dan ternyata gak punya saudara laki-laki” Dia pun ngakak melihat gayaku yang tulus dan polos mendengar ceritanya.

Akhirnya, saya pun baru nyadar kalau ceritanya cuman guyon, itu pun setelah dia tertawa terbahak-bahak.

Sekedar informasi aja buat pembaca,  bagi orang Batak bahwa saudara laki-laki ibu kita itu disebut tulang (atau paman). Jadi, kalau ada seorang bayi mamanya gak punya saudara laki-laki otomatis gak punya tulang donk, alias gak punya paman.

***

Beginilah sekelumit suasana perumahan yang baru kami tempati di Bekasi Timur sejak tahun 2006 lalu. Warganya senang bercanda, ramah dan kompak. Walau beragam suku dan agama, masyarakatnya hidup harmonis dan saling menghargai satu dengan lainnya. Kami sebagai penghuni baru di perumahan tersebut, merasa menemukan keluarga baru.

Untuk mempertahankan rasa kebersamaan tersebut, warga dari gang perumahan kami aktif menyusun kegiatan bersama. Misalnya jalan bareng ke puncak. Kegiatan ini biasanya dilakukan disaat liburan kerja. Kalau sudah ada kegiatan warga pun dengan spontan menyodorkan kontribusinya. Ada yang menyediakan transportasi, ada yang memilih membawa makanan saja, bahkan ada pula yang bertugas untuk membayar tiket masuk untuk beberapa area yang dikunjungi, dan yang lainya. Itu semua dilakukan atas kerelaan masing-masing. Suasananya ini pun saya akui sangat efektif untuk menjaga rasa kekeluargaan. Tercipta semangat berbagi dan saling menghibur melalui canda dan tawa.

Bukan itu saja. BIasanya di malam minggu, di gang kami juga sering menikmati nobar (nonton bareng). Sesudah nobar selesai, biasanya ibu dan anak-anak masuk rumah, kemudian para bapak melanjutkan jaga malam (ronda) hingga dini hari.

Bahkan ada satu kenangan yang tidak mungkin saya lupakan, ketika istri diminta tetangga untuk memasak ikan mas arsik (masakan khas Batak) untuk dinikmati bersama. Ternyata walaupun teman-teman mayoritas dari suku Jawa dan Sunda, ternyata mereka sangat bisa menikmati masakan ikan arsik yang pake bumbu andalimandan sambal rias. Bahkan mereka sangat memuji rasanya, kami sebenarnya sempat kuatir kalau rasanya tidak cocok dengan lidah mereka. Eh…ternyata, mereka pun beberapa kali tetap meminta khas itu kalau ada acara bersama.

Kebiasaan-kebiasaan ini pun berlanjut, hingga kami kemudian pindah dari perumahan tersebut tahun 2009. Walaupun hanya tiga tahun bersama mereka, kenangan itu pun tidak bisa saya lupakan. Sesekali, saya tidak lupa berkunjung ke sana, dan suasananya pun masih bisa terkenang.

Ternyata toleransi itu mudah dan sederhana. Diawali dengan keterbukaan, saling menerima dan menghargai perbedaan, dan menciptakan kegiatan bersama. Budaya demikian seharusnya menjadi andalan kita, sebab bangsa kita adalah bangsa yang terdiri dari keragaman. Mulai dari keragaman dari segi agama, suku, ras, dan golongan.

Tanpa dimulai dari diri kita, ini pasti susah terjadi. Jadi, tidak usah banyak berteori, praktekkan saja dilingkungan masing-masing. Dengan demikian slogan Bhinneka TunggalIkaitu akan nyata. Jadi beda itu tidak masalah toh?

Salam Bhinneka Tunggal Ika!


sumber : http://www.kompasiana.com/planetkenthir/lomba-nulis-semangat-toleransi-dan-kerukunan-berhadiah-tunai_586f6c40f57a61fa100c0702
sumber : http://www.kompasiana.com/planetkenthir/lomba-nulis-semangat-toleransi-dan-kerukunan-berhadiah-tunai_586f6c40f57a61fa100c0702

Thurneysen Simanjuntak

/thurneysen

TERVERIFIKASI

Aktif sebagai praktisi pendidikan. Tertarik di dunia pengembangan diri, marketing, perencanaan keuangan dan penulisan. Sebagian tulisan saya ada di www.thurpromart.wordpress.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.