CERPEN

Difa Aprilino

20 Mar 2017 | 06:04 Diperbarui : 20 Mar 2017 | 08:14 Dibaca : Komentar : Nilai :

Disuatu hari yang cerah, disekitar kota Koyaku, hiduplah seorang anak SMA. Dia terkenal sangat nakal dan sangat pembangkang. Diantara teman-temannya, dia terlihat sangat menonjol, tidak jarang dia keluar masuk BK untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. Anak tersebut bernama Difa Aprilino.

Setiap hari dia selalu membuat masalah, entah itu masalah sepele atau masalah berat. Pernah suatu ketika dia menantang anak kelas 12, padahal waktu itu dia masih kelas 10. Dia menantang hanya karena ingin membuktikan siapa yang terkuat diantara mereka.

“Heh! Sini kalau berani kita berantem!”, ucap si Difa sambal meremehkan kekuatan dari kakak kelas tersebut. “Ayo sini maju kalau berani!”, balas kakak kelas tersebut. Akhirnya mereka pun bertarung satu sama lain.

Angin pun berhembus sangat kencang, banyak darah yang keluar dari muka Difa dan muka kakak kelasnya. Tetapi, Difa pun tidak menyerah, dengan tenaga yang tersisa dia mencoba untuk menghabisi kakak kelasnya. Tapi apalah daya, kakak kelasnya lebih kuat darinya. KO lah si Difa, terkapar di tanah yang berbatu-batu. Beruntungnya Difa, dia tidak dihabisi oleh kakak kelasnya. Dia hanya ditinggalkan sendirian di tanah yang berbatu-batu itu.

“Dasar lemah, payah!”, ucap si Difa dalam hati. Dia menyadari betapa lemahnya dia. Tetapi, dia tidak menyerah. Setiap pulang dari sekolah, Dia mencoba untuk mengasah kemampuannya itu. Dia tidak kapok untung menantang orang satu dengan orang yang lain. Tapi lagi-lagi, karena kecerobohnya itu dia tidak bertambah kuat, tetapi bertambah lemah. Banyak luka di sekujur tubuhnya. Dengan keputusasaannya, dia berjalan di pinggir jalan.

Karena terlalu melamun dia pun menabrak seorang perempuan. Perempuan itu dengan raut muka yang linglung, seolah dia tidak mengerti apa-apa. Difa pun mencoba untuk menanyakan identitas perempuan itu. Tetapi perempuan itu hanya melihat mata Difa dengan penuh keputusasaan.

“Hey, kamu mengapa? Kenapa kamu seperti itu?”, ujar si Difa, dengan rasa yang penuh tanya terhadap perempuan itu. Akhirnya perempaun itu menjawabnya. Dia mengatakan bahwa dia itu berasal dari tempat yang sangat jauh. Lebih tepatnya beda dimensi dengan manusia umumnya. Dia mengatakan bahwa banyak roh jahat disekitar dimensi manusia. Dia pun ditugaskan untuk mengawasi dimensi manusia untuk menjauhkan mereka dari roh jahat. Perempuan itu bernama Debby.

Debby ini mempunyai sifat yang sangat misterius. Tidak jarang dia bisa melakukan yang tidak bisa dilakukan manusia pada umumnya. Dia pernah menyelamatkan Difa dari segerombolan orang jahat hanya dengan melakukan sekali pukulan. Anehnya walaupun itu hanya satu pukulan tetapi menghasilkan akibat yang sangat dahsyat. Tidak hanya itu, dia bisa berpindah tempat hanya dengan sekejap saja.

“Hey Difa, apa yang kamu lakukan?, kenapa kamu seperti orang yang sedang kebingungan?”, Tanya si Debby ke Difa.

“Iya nih, aku lagi kebingungan mencari barang ku yang hilang”, jawabnya dengan raut muka yang tidak tenang.

“Memangnya kamu mencari apaan sih?, ucap si Debby.

“Aku sedang mencari jimatku nih, kok ga ada ya?, apakah kamu tau Deb?”, ucap si Difa.

“Oh jimat itu, coba cari di bawah kasurmu, menurut penglihatanku sih tempatnya ada di sekitar situ.” Ucap di Debby. Dan benar saja, jimat itu berada di bawah Kasur Difa.

Dengan kemampuan dan sifat seperti itu, Debby pun sering dihina sebagai orang yang misterius. Banyak orang yang takut kepada dia, dan akhirnya mulai menjauhi si Debby. Tetapi walaupun begitu, masih ada si Difa yang sering melindungi si Debby.

Hingga suatu saat, Difa pun menyelamatkan Debby dari  sergerombolan orang jahat, dank arena hal itu menyebabkan Difa koma selama di rumah sakit. Dia mendapat luka yang cukup serius dibagian kepalanya itu. Karena untuk menyelamatkannya itu, Debby pun memberikan sebagian kekuatannya kepada Difa.

Keadaanan Difa pun terus membaik, tetapi karena dia mendapat sebagian dari kekuatan Debby, dia pun sekarang menjadi seperti Debby. Dia bisa melakukan apapun di luar nalar manusianya. Hingga suatu saat, Difa bertemu dengan suatu roh, roh itu adalah roh jahat. Bertarunglah mereka antara roh jahat itu dengan Difa.

Hingga mengakibatkan Difa pun terbawa di dimensi lain. Kekuatan roh jahat itu sangat kuat, hingga Difa pun tidak kuat menahan kekuatan itu. Tetapi tiba-tiba, Debby pun masuk ke dimensi lain tersebut. Debby mencoba untuk menyelamatkan Difa. Akhirnya, kedua pertarungan itu dimenangkan oleh Debby dan Difa. Mereka pun sangat senang, karena pada akhirnya mereka dapat menyelamatkan dunia.

Difa dan Debby pun kembali ke dimensi mereka. Mereka pun menjalin suatu hubungan, dan hidup dengan bahagia.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.