PUISI

Puisi | Tentang Malam

20 Mar 2017 | 08:33 Diperbarui : 24 Mar 2017 | 01:39 Dibaca : Komentar : Nilai :

Di belantara kota aku berjumpa dengan malam
teraniaya lalu diperkosa.

Gaunnya yang hitam tersingkap sampai ke atas pinggulnya

Kasihan sekali Malam ini
harus berjalan sepanjang malam
dengan tubuh telanjang setengah badan.

Ketika fajar dilahirkan kutemukan malam tengah
duduk sendirian di atas nisan.

 

(2017)

Tajullail Dasuqi M.

/tajullail

TERVERIFIKASI

Tajullail anak kelima dari tujuh bersaudara dari pasangan Dasuqi Muhammad dengan Siti Khusna, ia dilahirkan di Sampang pada 07 Maret 1992. Ia adalah alumnus PP. Raudlatul ‘Ulum Arrahmaniyah (RUA) Pramian Sreseh Sampang. Karyanya banyak diterbitkan dalam antologi puisi, antara lain: Embun Nikmat (Aquarium & Delusi 1000 Penyair Terpilih Nusantara), Ibu dan Hari Pernikahanku (Kumpulan Puisi dan Quote Kehidupan), Bulan Juni di Pagi Hari (Parade Puisi), Sajak Bulan Januarai (Revolusi Pena Khatulistiwa), Senjaku Bernyanyi (Kumpulan Puisi Ibu) dll. Saat ini masih aktif dalam dunia penulisan. Sedang menyusun naskah sehimpun puisi.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.