CERPEN

Cerpen | Wanitaku untuk Kamu

20 Mar 2017 | 09:45 Diperbarui : 20 Mar 2017 | 10:12 Dibaca : Komentar : Nilai :

Disuatu pagi yang cerah ada seorang anak laki-laki yang memakai baju abu putih sedang berjalan di pinggir jalan menuju salah satu sekolah SMA swasta yang ada di wilayah Sukabumi, nma anak laki-laki itu arya. Sesampai di sekolah Arya langsung masuk ke kelas dan duduk di bangkunya. Tak lama kemudian datang seorang gadis dengan rambut di kuncir kuda yang bernama Ana. "Hai" sapa Ana kepada Arya "Hai Ana !" ucap Arya " Emm... Arya apa kamu sudah mengerjakan tugas matematika ?" tanya Ana "Ohhh iya aku lupa mengerjakan, uhhh bagaimana nih ?" jawab Arya " Makanya belajar dong, yaudah nih salin aja punya ku!" tawar aAna sambil mengeluarkan buku tugasnya dari tas " Bener nih Na kamu mau ngasih tau aku ?" "Bener, buruan salin ntar keburu masuk lagi !" "Ohhh... ya udah makasih ya Na." Arya menyalin tugas Ana ke bukunya. Bel pun berbunyi dan semua murid masuk kelas dan bersiap untuk belajar.

pada jam istirahat Arya menemui Ana di kantin "Heiii.... makasih ya udah mau ngasih tau aku tadi." ucap Arya "Ohhh... iya sama-sama Ya." "Boleh duduk di sini gak ?" tanya aya sambil menunjuk bangku kosong di depan Ana "Ohhh iya boleh, silahkan!" jawab Ana "makasih Ana." Arya duduk di depan Ana dan mereka mengobrol bersama teman-teman Ana. Bel masuk kembali ke kelas berbunyi anak-anak pun cepat-cepat masuk kelas dan melanjutkan kegiatan belajar dan bubar setelah bel pulang berbunyi.

Arya dan Ana semakin dekat tetapi kedekatan mereka tidak diketahui oleh teman-teman mereka. Disuatu hari arya menemui ana yang sedang duduk di bangku taman sekolah "Haii Ana, boleh aku duduk disini?" tanya Arya sambil menunjuk ke bangku di samping ana "Ehhh... Haii Arya, iya boleh!" "makasih ya Ana." "iya sama-sama Arya, o ya ada apa ya kamu nyamperin aku ?" tanya Ana "tida ada apa-apa Ana." "Ohh yaudah kalau begitu." jawab Ana "Ana boleh aku minta nomor telepon mu?" "Buat apa?" "iya buat apa aja..bolehkan?" "Emm.. yaudah boleh ." Ana menuliskan nomor telepnnya dan memberikannya kepada Arya. "makasih ya Ana."ucap Arya sambil pergi begitu saja. "iya sama-samna." jawab aAna.

Setelah itu Arya dan Ana semakin dekat. Ana sering ngeliatin Arya yang sedang olahraga karena Arya jagonya olahraga di sekolahnya atau Ana sering mengantar Arya saat ada pertandingan. Begitupun dengan Arya yang sering memperhatikan Ana. Hingga pada suatu hari Arya mengajak Ana ketemuan di taman kota.

Pada sore hari Arya dan Ana datang ketaman kota secara bersaman, "Haii.. Ana." "Haii.. Arya." "Na... kita dudukdisana yuk !" ajak Arya sambil menunjuk pada bangku kosong di pinggir taman. "iya ayo." jawab Ana .Merekapun berjalan kearah bangku yang tadi di tunjuk Arya dan duduk disana. Setelh duduk Ana bertanya "Emm... Arya ada apa ya kamu ngajak aku kesini?" tanya Ana tapi Arya malah melamun "Arya... kok malah melamun?" ucap Ana sambil cemberut "Ehh... iya maaf Ana..Ana aku mau ngomong sama kamu." "Iya mau ngomong apa,? bukannya dari tadi juga udah ngomong?" jawab Ana "Ehhh.. iya ya hehehe...gini Ana aku...aku mau ngomong kalau aku..ehhh...emmm..." "Lahhh Arya kok ngomongnya jadi gagap gitu..haha kamu kenapa?" tanya Ana "emm..Ana aku mau bilang sama kamu kalau aku sayang sama kamu sejak aku suka memperhatikan kamu!" ucap Arya. Ana tertegun mendengar ucapan Arya walau sebenarnya Ana merasakan yang dirasakan Arya, Ana juga sayang sama Arya. "Ana apa kamu mau jadi pacarku?" tanya Arya "emm...Arya aku gak mau ...!" Arya terkejut dan kecewa "gak apa-apa kalu kamu gak mau, tapi kenapa?"tanya Arya dengan wajah yang sedih "ihhhh....tunggu dulu maksud aku ... aku gak mau nolak,aku mau jadi pacr kamu aku juga sayang sama kamu!" jawab Ana sambil tersenyum, Arya bengong mendengar ucapan Ana "beneran Na ? kamu gak bohongkan ?" "iya beneran!" jawab Ana "jadi sekarang kita pacaran?" "iya Arya!" "yes...berhasil."ucap Arya sambil berteriak.

Merekapun pacaran tanpa sepengetahuan teman-teman mereka hingga pada suatu hari Zahira teman mereka sakit dan dirawat di rumah sakit. Murid-murid kelas XI IPS 2 berencana untuk menjengguk Zahira ke rumah sakit. Mereka naik angkot yang disewa tetapi Arya dan Ana tidak naik mobil mereka boncengan naik motor berdua, sehingga hal itu menimbulkan kecurigaan teman-temannya. Pada esok hari Ayu teman dekat Ana bertanya kepada Ana "An..kamu pacaran yahk sama Arya?" "emmm...enggak kok,emang kenapa?" tanya Ana "jujur sama aku,kemarin kamu boncengan sama Arya." jawab Ayu "ohh.. enggak Yu  tanya aja sama Arya !" "yaudah deh kalo gitu." Ayu pun pergi, teman-teman Ana dan Arya mengolok-ngoloki mereka apalagi Dika "cieeeeeee.....Arya pacaran sama Ana, ehmm...ehmmm." Arya diam sampai berita Arya dan Ana pacaran tak ada lagi.

Beberapa bulan kemudian Arya dan Ana putus tak tau apa sebabnya. Sampai kenaikan kelas Arya dan Ana tak pernah ngobrol bersama lagi. Pada suatu hari Ana jadian dengan Dika mereka sangat mesra sekali di kelas ataupun dimana saja. Arya yang melihat kebersamaan Ana dan Dika merasa sakit hati setiap melihat kemsraan Ana dan Dika. Tetapi Arya tetap tidak menampakan kesedihannya walau hatinya hancur,Arya tetap tegar walau hatinya merana. Arya belajar ikhlas dan merelakan Ana bersama Dika.


END...

Sindia Nurfarida

/sindia


Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.