PUISI

Terbelenggu Guratan Pilu

19 Jun 2017 | 06:17 Diperbarui : 19 Jun 2017 | 06:17 Dibaca : Komentar : Nilai :
 
 
berapa lagi harus mengulang kata
menyadarkan kepengkuhan hatinya
tajam lidah tak bertulang berseru lantang
benci, dendam kesumat mengaliri jiwa-jiwa
 
hari demi hari masih tak kumengerti
riuh yang menggetarkan seisi semesta
terenyuh diri berkisah segurat tanda tanya
hinggapun kini jawaban masih terbelenggu
 
siang malam merenungi
debur ombak yang menggulungnya
gencetan bebatuan menekan keras, dan
cari kucari tetap saja menemukan kebuntuan
 
Sang Hyang Agung
kemana serpihan diluruhkan
menggapai terang untuk hatinya?
entah bagaimana caranya membuka, pasrahku
 
Surabaya, 19 Juni 2017 l 06.15 wib
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Rudy Yuswantoro

/rudyuswantoro

Berusaha untuk yang terbaik di mata keluarga dan orang lain.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.