PUISI

Yang Lebih Indah dari Pagi

20 Apr 2017 | 13:34 Diperbarui : 20 Apr 2017 | 13:40 Dibaca : Komentar : Nilai :

adakah yang lebih indah dari gelap

seperti magnum meleleh dijilat

bibir merah delima, begitulah cahaya

samar mengajari berwarna

dan suara-suara memanggilmu hai

yang mau dipanggil

dia telaten mengiris detik demi detik

menit demi menit hingga terang datang

kau masih terkapar di atas surga

leleran masin sisa semalam membalur

seluruh bau kamar


kenapa tak kau singkap selimut

para lelaki adalah yang kuat singkap

gelap, segera melakukan ritual menghilang

panas, guyur seguyur sedulur segar

menjadi air mawar membuat tawar


sesiapa yang memanggil jawablah

bukan dalam hati apalagi mimpi

menujunya kau akan menemukan lezat

pagi sebagaimana para nabi mengajarimu

mencintai pagi, sebagaimana ayam yang setia

pada aturan Tuhan menjadi makhluk baik hati

jantung hidupnya perputaran roda

adalah pada pagi yang memanggil


sebelumnya kau hamparkan terima kasih

di rumah-Nya, agar tubuhmu lurus, pungungmu

rata dan keningmu jangan sombong melebihi

rumput yang setiap minggu kau potong

sekadar menyegar pandang


apakah yang lebih indah dari pagi

secangkir kopi serta rencana ke depan

kencangkan hati, tak ada guna memenuhkan

keluh pada perut yang bulat

biarlah pinggang ramping dan kaki langsing

pagi selalu menunggumu dengan setumpuk doa


(25/11/16)

Rifan Nazhip

/rifannazhif

TERVERIFIKASI

Kelahiran Kotanopan Sumatera Utara.Menjadi penulis lepas di beberapa koran lokal Palembang dan nasional.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.