CERPEN

Cerpen "Konflik Persahabatan" karya Rezky Aryani Putri

20 Mar 2017 | 16:51 Diperbarui : 20 Mar 2017 | 17:05 Dibaca : Komentar : Nilai :

Konflik Persahabatan

Seperti biasa di hari sekolah aku selalu bangun pukul 05.00 lalu mandi. Aku harus bangun cepat setiap paginya agar tidak datang terlambat ke sekolah, karena aku harus berbagi kamar mandi dengan temanku dan juga merapikan kamar seperti anak anak asrama yang lainnya. Setelah mempersiapkan diri aku langsung menuju ke tempat makan lalu pergi ke kelas. Pastinya di kelas aku akan bertemu teman temanku dan keempat sahabatku.

“ Selamat pagi princess!” sambut Nita seperti kepadaku saat baru masuk ke kelas.

“ Pagi juga Nit ” membalas sapaan Nita.

Aku duduk di bangku yang berdekatan dengan keempat sahabatku seperti biasanya. Setiap pagi sebelum kelas dimulai kami berlima selalu berkumpul dan bercerita atau bermain. Hari ini kelas dimulai dengan pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu guru menyuruh kami untuk membuat kelompok sendiri lalu berdiskusi tentang tugas membuat mind map yang diberikan. Pastinya aku sekelompok dengan mereka berempat.

“ Yuk mulai diskusinya!” kataku.

“ Bagaimana kalau kita buat seperti ini saja” Salsa memberikan saran.

“ Kita buat ini saja biar mudah di pahami” Aura memberikan sarannya juga.

“ Pakai saranku aja biar lebih menarik” Salsa bersikeras.

“ Kita gabungin aja semua ide kita biar adil” Aku memberi saran.

“ Pokoknya aku cuma mau pakai ideku sendiri, ide kalian semua tidak ada yang bagus”.

“ Ya sudah, kita pakai ide kamu tapi kalau nilai kita sampai jelek kamu yang tanggung jawab” Ayu mulai kesal dengan tingkah Salsa.

“ Yah tidak boleh begitu, ini kan kerja kelompok jadi semuanya harus bisa menerima hasilnya” Salsa membantah.

“ Terserah kamu lah Sal” Aku pun ikut kesal.

Beberapa menit kemudian jam pelajaran pun selesai dan Ibu guru meminta kami untuk mengumpulkan tugas yang tadi di berikan. Kami pun mengumpulkan tugas yang telah kami selesaikan menggunakan ide Salsa tersebut, walaupun tidak terlalu puas dengan hasil kerja tersebut namun kami tetap mencoba menerimanya. Kejadian tadi meninggalkan sedikit rasa kesal kepada Salsa tapi mereka semua mencoba sabar untuk menerimanya.

Sepulang sekolah kami semua kembali ke asrama dan ke kamar masing masing. Setibanya di kamar aku langsung menaruh tasku dan mengganti bajuku, aku merasa sangat lapar dan juga sangat lelah setelah memperhatikan semua materi dan mengerjakan semua latihan soal di kelas tadi, lalu  aku memilih tidur terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa lelahku. Setelah tidur kira kira hampir satu jam aku tiba tiba terbangun mugkin karena aku kelaparan. Akupun langsung bergegas ingin mengambil makananku, tapi aku tidak berhasil menemukannya.

“ Makanan aku dimana ya? Kemarin aku simpan disini.”

“ Tadi aku yang ambil ” Aura tiba tiba menyahut.

“ Dimana sekarang? Kenapa kamu tidak bilang dulu? “ Tanyaku.

“ Sudah habis, soalnya tadi aku sudah kelaparan “ Jawabnya dengan santai.

“ Loh, sudah kamu habiskan? Aku juga kelaparan ini, harusnya kamu bilang dulu kalau mau ambil makanan orang! “

“ Ya sudah lah, itu sudah terjadi. “ sahutnya dengan nada yang tak merasa bersalah sama sekali.

“ Lain kali tau dirilah Ra! “ Aku langsung meninggalkannya dengan rasa kesal.

Setelah rasa kesalku mulai berkurang, aku lalu pergi keluar untuk membeli makanan ditemani oleh Ayu. Kebetulan sekali Ayu juga sedang ingin membeli makanan. Akhirnya kami pergi berdua, di tengah perjalanan aku baru tersadar bahwa Ayu menggunakan bawahan yang semestinya tidak boleh digunakan saat keluar asrama. Aku pun lalu menegurnya.

“ Ayu, kita kan tidak boleh pakai bawahan seperti itu keluar dari asrama”

“ Tidak apa apa, cuma sekali sekali”

“ Itu tidak boleh Yu, ayo kita kembali ke asrama terus kamu ganti celanamu!”

“ Tidak, Aku tidak mau, kamu saja yang kembali aku tidak mau! Kalau kamu tidak mau pergi sama aku, aku pergi sendiri saja! Kembali saja sana!” Ayu meluapkan kemarahannya kepadaku.

Akhirnya Ayu pergi membeli makanan lebih dahulu. Kami tidak jadi pergi bersama karena kejadian tadi. Aku tidak kembali ke asrama, aku tetap pergi membeli makanan yang aku inginkan karena aku sudah merasa kelaparan sejak tadi. Aku mencoba mebiarkan saja Ayu yang sedang marah karena aku tidak merasa bersalah, aku hanya mengingatkan bahwa yang dia lakukan itu salah walaupun pada akhirnya dia semakin marah kepadaku.

Setelah membeli makanan aku pun kembali ke asrama. Namun, aku tidak langsung kembali ke melainkan ke kamar Nita. Sekarang tinggal Nita yang bisa diajak untuk mengobrol karena yang lain sedang ada masalah sendiri sendiri. Kami akhirnya saling berbagi cerita di kamar Nita.

“ Nita, aku mau cerita ”

“ Cerita apa? ”

Akhirnya aku pun menceritakan semua kejadian yang terjadi.

“ Nit, kenapa mereka semua seperti itu yah? ”

“ Seperti itu bagaimana? ”

“ Mereka semua sensitif cuma gara gara hal kecil seperti itu”

“ Mungkin mereka lagi pusing sama tugas “ Nita mencoba membantah.

“ Tapi itu sudah sering terjadi “ Aku kembali melanjutkan topik.

“ Sebenarnya aku juga merasakan seperti yang kamu rasakan Al ” Nita mulai mengakui.

“ Mungkin kita harus meminta maaf atau mengatakan apa yang kita rasakan secara langsung kepada mereka”

“ Tenang saja, nanti mereka akan kembali seperti biasa lagi, tapi mungkin akan butuh waktu” Nita mencoba menenangkan.

“ Baiklah, kita tunggu saja apa yang akan terjadi selanjutnya” Aku lalu kembali ke kamarku sendiri.

Esok harinya di kelas, baru kali ini kami duduk saling berjauhan. Mungkin karena masalah masalah yang terjadi kemarin. Hari ini kami tidak melakukan kebiasaan kami dikelas yang biasanya kami lakukan seperti hari hari yang lalu. Saat ini kelas terasa sepi tanpa suara tawa dan teriakan dari kami berempat. Tapi itu tidak mengapa, agar mereka bertiga merasakan bagaimana rasanya tidak memiliki teman, bagaimana rasanya sendirian dan kesepian akibat perilaku mereka sendiri. Agar mereka tau apa akibat dari sifat egois, mau menang sendiri, tidak tahu diri, dan tidak mau mendengarkan orang lain yang mereka lakukan selama ini. Saat saat ini akan menjadi pelajaran untuk mereka agar tidak mengulangi lagi hal hal seperti itu dan agar mereka mau berusaha memperbaiki diri mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Saat jam istirahat,

“ Alya, Ayu, Nita, dan Aura aku mau minta maaf karena kemarin aku sudah egois dan membesar besarkan masalah yang ada” Salsa meminta maaf.

“ Alya aku juga mau minta maaf karena kemarin aku sudah mengambil makananmu tanpa izin dan karena aku sudah membuatmu kesal.” Sahut Aura dengan raut muka bersalah.

“ Aku juga mau minta maaf Al karena tidak mau mendengarkanmu kemarin” Ayu ikut meminta maaf.

“ Iya, tidak apa apa tapi jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi yah, kalian kan sudah merasakan bagaimana rasanya sendirian dan kesepian.”Jawabku dengan penuh kegembiraan.

“ Jangan sedih sedihan lagi, ayo kita main bersama sama” Nita mengajak.

“ Ayooo” Jawab kami berempat secara bersamaan.

Akhirnya, mereka semua mulai menyadari kesalahan mereka masing masing dan mereka mulai memperbaiki diri mereka sedikit demi sedikit. Mereka mulai tahu bahwa selama ini sifat yang merela terapkan itu tidaklah baik dan sekarang mereka sudah mencoba untuk merubahnya agar mereka bisa berbagi kebahagiaan lagi tanpa adanya sifat egois dalam diri mereka semua.

Rezky Aryani Putri

/rezkyaryaniputri


Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.