HIGHLIGHT PUISI

Nafas Makhluk Hari Ini

17 Feb 2017 | 11:53 Diperbarui : 17 Feb 2017 | 11:41 Dibaca : Komentar : Rating :
Makhluk hidup. Foto dok. Masirul

 Hujan,  badai, banjir, kilat, petir kering kerontang itu tentang suara alam

Menggema, bersuara  segenap nafas saban waktu entah pagi siang ataupun malam

Suara-suara alam membucah memecah kalbu seraya tenggelam

Kilat menyambar bersama hujan menelan sunyinya malam


Bintang, bulan sembari memberi kabar tentang membentang ruang

Tertuang  sejenak tersadar memekar kian layu akan nasib binatang

Enggang, beruang, orangutan, kelasi, kelempiau, gajah, harimau, bentang tak jarang

meraung  beradu mengadu tertantang (di/ter)serang hingga melayang


Nafas hari-hari lalu tak lagi sama dengan hari ini

Sesak didada kian tersengal nan sesak sembari menghela tak jarang memberani diri

Meredam, diam karena terpaksa bukan tak bebas tetapi berhati-hati

Meniti janji bukan takdir tentang usia atau menua namun mati diujung senapan api    


Nafas tinggallah nafas, bergelantung bergantung kian diserbu di segenap penjuru

Ruang jelajah demi waktu kian rancu sekalipun pilu oleh pemintas hanya menjadi babu

Kayu, bambu, terumbu, tak jarang tersapu debur ombak nan dalam semakin pilu

Merayu memeras keringat bersua mendera tersayat sembilu


Tumbuh hilang lenyap, luluh layu tanpa berkembang

Kerontang tanah sulit menyeimbang Sawah ladang bimbang   

Kicauan suara burung jua binatang kian terhalang

Deru mesin kian berpacu menderu menggilas membentang


Menebar tersebar tersiar menakar mengakar

Tercerabut lembut suara lembut belati saudagar

Melanggar tersebar bersabar menakar tersadar

Segenap makhluk mengadu tersipu mendayu melingkar menyadar


Ketapang Kalbar,  17 Januari 2017

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Petrus Kanisius

/pit_kanisius

TERVERIFIKASI

Belajar menulis dan suka membaca tentang fakta dan realita
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.