HEADLINE DONGENG

[Dongeng] Namaku Pongo, Aku Tinggal di Hutan

03 Nov 2016 | 19:18 Diperbarui : 03 Nov 2016 | 12:37 Dibaca : Komentar : Rating :
Induk dan Bayi Orangutan di Gunung Palung sedang bercengkrama. Foto dok. Tim Laman dan Yayasan Palung

Perkenalkan namaku Pongo. Saban waktu aku selalu tinggal di wilayah hutan Kalimantan dan sahabatku  ada juga yang tinggal hutan SumateraSelama aku di hutan, aku selalu bermain setiap harinya, dari pagi hingga menjelang malam hari.

Semaktu aku kecil, aku selalu bersama dengan ibuku hingga aku berusia 7-8 tahun. Aku didalam kandungan ibuku sama halnya dengan saudara/saudariku manusia lho, usia aku didalam kandungan 8,5 bulan hingga 9 bulan. Aku selalu bersama ibuku, setiap kali ibu mencari makan. Aku juga selalu belajar dan diajari tentang kehidupan oleh ibu seperti membuat sarang, mencari makan dan menjelajahi hutan.

Aku tidak bersama bapakku. Karena bapakku hidupnya menyendiri. Lain halnya dengan ibukku yang selalu bersamaku hingga aku menginjak masa remaja.

Makanan favoritku adalah buah-buahan hutan, daun-daun muda, umbi-umbian, rayap dan kulit kayu. Aku sangat suka bergelantungan di pohan satu ke pohon yang lainnya.

Apabila aku sudah dewasa, jika aku jantan maka aku siap mencari pasangan dan bila aku betina aku siap untuk melahirkan. Biasanya umurku mulai dewasa pada usia 8 tahun.

Sewaktu aku masih kecil aku tinggal disarang dengan ibuku. Tetapi setelah aku dewasa, aku tinggal sendiri dan membuat sarang setiap harinya ketika aku ingin berisirahat, makan dan tidur.

Di Dunia aku hanya ada di dua tempat di Indonesia, Aku tinggal di hutan Kalimantan dan hutan Sumatera.

Aku saat ini sangat terancam punah, alasannya karena tempat tinggalku berupa hutan sudah semakin sedikit. Aku takut, ketakutan aku tidak lain ketika rumahku tidak ada lagi maka aku akan sulit untuk bertahan hidup. Jika aku tidak diperhatikan maka aku akan semakin terancam punah dan suatu ketika jika tidak diperdulikan oleh sesamaku manusia maka aku akan punah.

Mengingat aku adalah satwa endemik. Orang bilang sich, aku adalah kera besar yang langka satu-satunya yang ada di Asia.

Sesamaku manusia menyebutku adalah primata (satwa) penyebar biji-bijian yang bisa untuk membantu tumbuhnya pohon-pohon. Biasanya aku bersama burung enggang sebagai penyebar biji.

Aku saat ini juga dilindungi oleh undang-undang no 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Aku tidak boleh dipelihara, tidak boleh dibunuh, tidak boleh juga diperjualbelikan (tidak boleh diperdagangkan) lho. Jika terbukti dari sahabat/saudaraku manusia ada yang memilihara, membunuh atau memperjualbelikan aku ada sanksi dan denda. Sanksinya 5 tahun penjara dan denda 100 juta. Aka harap aku diperhatikan oleh sesamaku manusia untuk hidup bebas di hutan jik boleh.

O iya, Pongo itu nama panggilanku. Nama lengkapku Pongo pygmaeus,karena aku tinggal di Kalimantan. sedangkan saudara/saudariku di Sumatera, nama lengkap mereka adalah Pongo abelii.

Setiap hari aku selalu mencari makan, membuat sarang dan menyebar biji-bijian. Kata sesasamaku manusia aku berperan besar untuk membantu manusia. bila biji-bijian yang aku sebar (semai) pohon-pohon bisa tumbuh dan manusia terbantu karena pohon bisa melindungi dari panas sinar matahari. Pohon yang tumbuh dari semaianku itu juga dapat membantu para petani dan masyarakat untuk memperoleh air. Karena pohon banyak menyimpan sumber air.

Semoga ya, aku bisa lebih lama tinggal di hutan hingga selama-lamanya dan aku harap aku dan sesamaku manusia bisa untuk saling menghargai sehingga kita bisa lestari hingga nanti. Demikian perkenalan singkat aku. Sampai nanti ya, aku ingin bermain lagi di hutan bersama dengan sesesamaku satwa lainnya. Aku ingin selalu bahagia hutan. :)

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Petrus Kanisius

/pit_kanisius

TRUSTED

Belajar menulis dan suka membaca tentang fakta dan realita
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.