PUISI

Yahwe, Salahkah Aku?

16 Feb 2017 | 15:09 Diperbarui : 16 Feb 2017 | 15:27 Dibaca : Komentar : Nilai :

Salahkah bila ku telaah kitab Mu

Terkutukkah  bila aku mempertanyakan kebenaan Mu

Bodohkah aku yang tidak paham konsep Iman Mu

Kiri-kah aku bila me-logis saat mendiskusikan kisah Mu


Rasa-rasanya ingin kuhidup dizaman Mu

Mempertanyakan kegelisahanku selama ini

Menyaksikan kemahsyuranmu membangkitkan yang mati

Setan saja ku percaya, padahal ia hanya Nampak

Apalagi Engkau yang mengubah air menjadi anggur

Mengusir ribuan setan, menyembuhkan si kusta


Setelah aku tau, aku akan damai, sekaligus memohon ampun seampun-ampunnya atas kebebalan selama ini

Aku ragu dengan apa yang ada saat ini, 

semua telah bercampur, 

manusia tidak bisa memisahkan ajaranmu dari kepentingan-kepentingannya

Semua ditasirkan sesuka hati,

semua digunakan secara pragmatis, 

kitab yang suci berubah menjadi Undang-Undang yang penuh cacat


Ya Yahwe salahkah aku....?


Sabtu, 11 Februari 2017 pukul 3:13 PM

Yoseph Samuel

/penulis_bebas

TERVERIFIKASI

Orang yang memperjuangkan keadilan harus rela ketika keadilannya dirampas. Orang yang memperjuangkan kemerdekaan harus rela ketika kemerdekaannya dihilangkan.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.