PUISI

Mari Baca Buku Harian Masa Lalu

17 Feb 2017 | 09:09 Diperbarui : 17 Feb 2017 | 09:16 Dibaca : Komentar : Nilai :
sumber foto: id.aliexpress.com

Kita telah berdiri di atas kepala
Yang membuat kita dapat berlari
Mengenal arah di mana-mana
Mau tidak mau kita yang ini
Mempunyai kepala globalisasi

Kita membuntuti esok hari
Demi kemajuan yang sangat kita damba
Sampai lupa awal kakek kita makan garam
Saat semuanya belum disatukan
Ingatlah, Saat itu Indonesia belum bernama

Haruskah kita pura-pura tidak tahu
Atau tak enggan merasa tahu
Bahwa jari-jari rakyat Indonesia tidaklah satu
Banyak yang terkepal
Untuk kamu kawanku

Jangan lupa lagi
Mari baca buku harian masa lalu
Di sana ada nama kekasih ibumu
Yang mati dikafani peluru
Ya..., di tanah ini di tanah kau berdiri

Sahyul Padarie

/padarie

TERVERIFIKASI

Pemuda Bugis dan Barista Puisi. selama menjadi kompasianer, puisi-puisinya telah terhimpun dalam buku "Nyanyian Ranting Kayu" (Bogor:Guepedia,2017).
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.