PUISI

Gerobak Bakso yang Menabrak Perputaran Waktu

17 Feb 2017 | 22:22 Diperbarui : 17 Feb 2017 | 21:44 Dibaca : Komentar : Rating :
sumber foto: www.pixabay.com

Tahu kah kau
Kita berada dalam perputaran waktu
Menyambut pagi dan menemui senja
Berputar-putar menghirup aroma jiwa dan raga
Sembari, selang waktu menghembuskan doa-doa
Pada yang kita Cinta

Ada satu yang tak biasa dilakukan manusia
Menabrak perputaran waktu
Ada yang mau coba?
Tirulah Pak Tua perndorong gerobak bakso
Ia tak lagi lelah dengan pergantian siang dan malam

Sampai di kampungku
Di pesisir nan jauh
Ia datang dan pergi tanpa mengenal waktu
Masa indah anak-anaknya yang akan datang
Adalah denting jarum jam yang dihargainya

Dan riuh tawa, senang, bahagia, suka
Saat sampai di depan pintu rumah
Menjadi jaminan untuk tetap berusaha
Masihkah kita tak seperti Pak Tua?
Menabrak perputaran waktu
Walau pada selesainya semua
Kita juga akan digilasnya

Sahyul Padarie

/padarie

TERVERIFIKASI

Seorang penabur bubuk kopi dalam gelas imajinasi. selama menjadi kompasianer, puisi-puisinya telah terhimpun dalam buku "Nyanyian Ranting Kayu" (Bogor:Guepedia,2017).
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.