PUISI

Cahaya di Punggung Bintang

20 Jun 2017 | 10:30 Diperbarui : 20 Jun 2017 | 10:30 Dibaca : Komentar : Nilai :

sumber foto: wwe.pixabay.com

Kusematkan sebutan-sebutan

Kujadikan aksara-aksara lengkap

Jadilah identitas panggilan

 

Bagi kesakitan

Luka yang terbentur

Hati yang memanggil-manggil Tuhan

Air mata lebih rancing dari ujung jarum

 

Jadi cahaya di punggung bintang

Manja ketika hujan reda

Berubahlah langit jadi kilau-kilau kunang-kunang

Tak satupun awan luput dari sapuan cahayanya

 

Kuadakan di dada

Memenuhinya

Sampai ke ujung atas

Yang terbelah

Dan

Tenang menjalar ke mana-mana

Sahyul Padarie

/padarie

TERVERIFIKASI

Pemuda Bugis dan Barista Puisi. selama menjadi kompasianer, puisi-puisinya telah terhimpun dalam buku "Nyanyian Ranting Kayu" (Bogor:Guepedia,2017).
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.