PUISI

Budak Tak Butuh Sajak

20 Mar 2017 | 16:46 Diperbarui : 20 Mar 2017 | 16:49 Dibaca : Komentar : Nilai :

Segala gambar, rangkaian umpatan, doktrin agama,

rayuan iklan, berita adu domba, gombalan kata-kata mutiara,

dan juga kotbah-kotbah motivasi hidup,

satu persatu mendarat diberanda, semua rasanya senada.

Jika menulis catatan dianggap gila dan berlebihan,

sok puitis atau berlagak seperti pujangga,

lalu apa gunanya saudara bertahun-tahun sekolah?

dikenalkan tentang majas, kosa kata, membuat kalimat,

menyusun bait-bait, belajar menata kerangka berpikir,

kalau akhirnya memilih sekedar menjadi distributor,

bukan kontributor atas pengalaman pribadi,

komentator berita-berita adu domba

yang tidak berasal dari orang-orang yang kita kenal.

Akhirnya dalam menanggapi suatu fenomena,

seperti mengerjakan soal pilihan ganda,

sekedar memilih opsi-opsi yang disodorkan pihak-pihak tertentu,

tengok kanan tengok kiri, lihat mana yang paling banyak didukung,

agar aman menjaga eksistensi diri ikut berpartisipasi,

meramaikan khasanah debat kusir tanpa dilindas mayoritas,

tapi tidak berani menjadi tuan atas bait-bait milik sendiri,

puas menjadi budak, diadu domba dengan bekal senjata

artikel-artikel yang sedang populer ditebar didunia maya,

prajurit yang taat membagikan postingan,

tanpa sadar untuk apa harus demikian,

bahkan tanpa perlu diperintah tuan raja si pemilik kepentingan,

sementara pengalaman-pengalaman pribadi

yang sebenarnya sangat menarik

akhirnya menguap lenyap tak ada bekas,

untuk dirinya sendiri dan orang disekitar.

Tentang menulis, menata kata menjadi kalimat,

menyusun kalimat menjadi paragraf,

untuk menuangkan ide-ide kedalam tulisan,

bukankah itu semua pelajaran paling dasar?

bukankah pada semua bidang akademik

selalu berkaitan dengan tulis-menulis?

bukankah masing-masing dari kita

pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda?

Ah, sudahlah budak tak butuh sajak,

tak ada juga yang memberi upah untuk pekerjaan ini.


Surakarta, 06 Maret 2017

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.