PUISI

Di samping jalan

03 Jul 2017 | 21:49 Diperbarui : 03 Jul 2017 | 21:50 Dibaca : Komentar : Nilai :

Aku berdiri di samping jalan

Melihat lalu lalang kenyataan

Kaku seakan dalam kebisuan

Berpikir seakan dalam kebimbangan


Detik demi detik terus ku arahkan pandang

Melihat begitu banyaknya kecongkakan

Mendengar begitu banyak kesombongan

Menerawang begitu banyak tangisan


Aku bukannya tak berani melangkah

Atau tenggelam dalam rasa nyaman

Namun ketika mulut ku terucap

Tangan ku terkepal dan kaki ku terayun,

1001 mata sinis tertuju pada ku


Tak habis pikir oleh ku

Keabsurdan dunia di ujung jalan

Menghanyutkan orang-orang di jalanan


Jalanan katanya tak sehalus sutra

Tapi juga tak sekasar bebatuan

Itu kata orang-orang di tengah jalan


Namun bagi orang di pinggir jalan

Cukup bosanlah ku melihat jalan

Walau belum pernah merasakan


Di samping jalan aku coba melangkah menyusuri jalan

Berharap mencari layaknya penghidupan

Yang tiada kunjung ku dapatkan


Aku tak bisa menyalahkan si pembuat jalan

Sudah baik si pembuat jalan membuatkan jalan untuk pejalan

Namun pejalan lah yang menjadikan jalan tak enak lagi untuk jalan-jalan

Ya, termasuk pula pejalan di samping jalan

Nur Arviyanto Himawan

/nurarviyantohimawan

Seorang pembelajar
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.