PUISI

Jika Bisa Berdamai Mengapa Harus Bertikai

17 Jun 2017 | 15:57 Diperbarui : 17 Jun 2017 | 15:57 Dibaca : Komentar : Nilai :

Wahai kawan,,,
Kicauanmu memekakkan telinga
Amarahmu membuat gerah tetangga
Mengapa mulutmu bicara kotor saat tak suka
Wahai kawan...
Pelankan volume suaramu
Atau aku, kita, dan semua yang ada
Akan tutup telinga..
Dimana rasa malu yang kau punya
Telunjukmu kau umbar kemana-mana
Mari kita belajar mawas diri
Singkirkan arogansi
Jadikan bicara dengan hati
Sebagai jembatan mencari solusi
Janganlah saling menyakiti bahkan melukai hati
Jika masih bisa berdamai
Mengapa harus bertikai
Wahai kawan...
Damai itu lebih indah
Dari sekedar mengumbar amarah

Cirebon, 17062017
Novi Nurul Khotimah

Novi Nurul Khotimah

/novinurulkhotimah


Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.