PUISI

Gubuk yang Linglung

20 Mar 2017 | 21:47 Diperbarui : 20 Mar 2017 | 22:08 Dibaca : Komentar : Nilai :

Beberapa pengendara simpang selip berpuluh kali ribu

    didepan gubukku yang linglung, bingung

    Menghadapkan pintu menjamu matahari

 

Sebagian merajuk, memujuk dengan kendara paduka

Mengayuh ke tampak serba serbi tipudaya

Rona senyum yang ranum kesungguhan

    terlihat dari kerat rahangnya yang erat

    dibalut ujung bibir yang berebut tarik kesana kemari

     membentuk simpul syurgawi

 

Sebagian, sedikit merakit kata manis  untuk menyapa tipis

    meski dari ladang belakang surauku sendiri

Menjadi sampan tampan yang kunaiki menuju ranjang

    tempat congkak beranak pinak

 

Sebagian, adalah  utusan ketulusan

Menyenandungkan raut pesona

    memerankan makna dari kata cinta

Membuat sedikit sipit, bahkan untuk sekedar memahami

 

Sebagian berupa cahaya, terang

    tak terpandang segala lekukan-lekukan

    dari berbagai sebelah bisa

      entah pintu atau jendela, ventilasi udara

      atau bahkan rentan genting tua yang selalu bercinta

 

Begitu seterusnya pada purnama-purnama

Uwais Al Qorni

/nawassawan


Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.