PUISI

Tentang Rindu, Chapter 2: Curang

20 May 2017 | 23:05 Diperbarui : 20 May 2017 | 23:17 Dibaca : Komentar : Nilai :
Ilustrasi: pinterest.com/suzannemorris

Seorang pemudi menyembunyikan tanda tanya.
Di bawah tulang rusuknya,
sebelah kanan.
Katanya,
Rindunya telah dicurangi.
Tiada hak yang terpenuhi.
Tiada pertemuan.

Si rindu, tak bergeming.
Masih menunggu dan berprasangka.
Terpikir untuk menyapa
Ah, apa yg ia pikirkan
Tergerak untuk berbicara
Apa yg ia bicarakan
Tertarik untuk bertanya
Apa yg ia tanyakan
Apa kau merindukanku?
Gila! Mana mungkin.

Lagi-lagi ia dicurangi.
Mukanya merah padam.
Gelisah sendiri.
Tersiksa sendiri.
Jangan-jangan rindu itu hanya berlaku sepihak,
Ia sendiri.
Itu curang namanya.

Aida Naswa Aulia

/naswa

TERVERIFIKASI

Mahasiswa Fakultas Pertanian Univ. Widyagama Malang. Pengurus UKM KSR Univ. Widyagama Malang. Tutor SMP di LBB Gold Generation Malang. Gadis energik dari Lamongan. :)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.