CERPEN

Dilema di Warung Kopi

18 May 2017 | 23:42 Diperbarui : 18 May 2017 | 23:47 Dibaca : Komentar : Nilai :

Dilema di Warung Kopi

oleh: Moh Afif Sholeh

Ada seorang musafir yang bernama thono Suthono yang telah melalang buana mengelilingi negaranya. Getir pahit diperjalanan sudah ia rasakan, mulai kehabisan uang, cercaan maupun hinaan selalu ia telan. Suatu ketika ia mampir ke warung kopi untuk mengistirahatkan badannya sejenak, ia pesan kopi ke nenek tua sebagai penjualnya.

Thono:"Nek, saya pesan kopi iya." ia berkata dengan nada halus.

Nenek:" Oh iya, saya akan buatkan,"Tutur sang nenek.

Thono:" Nek, kalau mau ke daerah Tingal ke arah mana?"ia bertanya.

Nenek:" o.. kalau mau kesana tinggal lurus saja, perempatan belok kiri saja, emangnya mau kemana nak?" ia bertanya.

Thono:" Mau belajar ke tokoh yang saya kagumi dalam urusan seni," tutur sang musafir.

Setelah selesai minum kopinya, Thono mencari dompetnya, ternyata hilang tidak tahu dimana.

Akhirnya ia menjelaskan keadaanya kepada sang nenek, kemudian sang nenek bilang:"sudah tidak usah dipikirin, mending istirahat disini dulu saja," tutur sang penjual kopi.

Thono:" wah, malah repotin nenek nanti," tuturnya

Nenek:" tidak apa apa nak, malah kalau mau disini dulu untuk memebantu nenek," penjelasan singkat.j

Setelah berfikir sejenak, Thono memutuskan untuk mengikuti perkataan sang nenek untuk tinggal beberapa hari disana. Tanpa disangka sang nenek mempunyai cucu yang cantik luar biasa. Ia terpesona dengan keramahannya, Ia bertanya kepada neneknya tentang cucunya.

Thono:"nek, cucu nenek cantik banget, sudah punya calonkah?"ia bertanya.

Nenek:"Cucu saya belum punya pasangan, kok kamu bertanya begitu, kamu naksir ya?" Sang nenek sambil becanda.

Thono:"he he, jadi malu nek," tuturnya.

Akhirnya ia dilema mau melanjutkan perjalanannya atau membantu nenek itu sebagai prasyarat untuk menikahi cucunya. Kemudian ia memutuskan untuk tinggal disana karena hatinya sudah terkena virus cinta kepada cucunya. Setelah beberapa bulan ia menikahi sang cucu tadi, kemudian menetap disana, dan mengurungkan niatnya untuk berguru ke daerah yang ia tuju.

Gang Mujair 6, 23.23 Wib

Moh afif Sholeh

/mohafifsholeh

TERVERIFIKASI


Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.