PUISI

Janjiku

19 May 2017 | 05:48 Diperbarui : 19 May 2017 | 06:33 Dibaca : Komentar : Nilai :

Jangan pergi dulu!

Aku sedang ingin berjanji....

Biarkan aku menatap matamu

Memegang tanganmu

Merasakan hangat yang mengalir dari magma yang mencair dari suhu tubuhmu

Lihat tangan kananku

Sedang terangkat dengan darah mengalir di ujung jari

Aku tusuk tadi dengan duri duri yang mewakili pedih

Lalu aku sayat dengan pisau berkarat yang merepresentasi letih

Tatap mataku

Ada airmata bercampur darah di situ

Bukan merah!

Tapi hitam legam!

Itu dulu mewakili biangnya kehancuran

Tapi sekarang menjadi bangkitnya pemberontakan

Hingga kelak bernisan berdampingan


Jakarta, 18 Mei 2017

Mim Yudiarto

/mim

TERVERIFIKASI

Buku buku puisi yang telah diterbitkan; Berburu Rindu; Menangkap Rindu; Mencintai Rindu; Mencintai Cinta;// Buku novel tetralogi kisah air dan api yang telah terbit; Lahirnya Air dan Api;// Aku hanyalah petugas kata kata...dititipi Tuhan sebuah pena.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.