PUISI

Puisi | Meraba Gelap

20 May 2017 | 10:46 Diperbarui : 20 May 2017 | 11:00 Dibaca : Komentar : Nilai :
foto: Stanislav Aristov

Yang retak kini berserak

Yang nganga kini terasa perih lara

Yang merah kini merupa bara


Diamlah!

Jangan bergerak, jangan teriak!

Lihatlah seksama langit Indonesia

Muram tiada rona


Sekarang gulita

Kesabaran hati tiada lagi

Nalar kehilangan kakinya

Lantas bagaimana?


Diamlah!

Bukalah telapak, mulailah meraba

Carilah tangan-tangan saudara sebangsa

Gengamlah tanpa harus melihat siapa dia

Kita butuh BANGKIT bersama!

Berjalan bergandeng mencari terang


Sssstt, diamlah!

Ini bukan saatnya berbantah!

***

Jogja, 20 Mei 2017

Mas Imam

/masimam

TERVERIFIKASI

..ketika HATI bersuara dan RASA menuliskannya..
Selengkapnya...