PUISI

Orang-orang Lapar

19 May 2017 | 16:43 Diperbarui : 19 May 2017 | 16:54 Dibaca : Komentar : Nilai :

Tak ada yang bisa  disuapkan ke mulut

Untuk melunasi keinginan perut yang keroncongan

Mengais dan menunggu pun sama saja

Hasilnya nol

Sudah mencari peluang agar benda kertas yang punya angka berpindah tangan

Sehingga kami bisa membeli sesuap nasi

Tapi miskin juga rupanya orang-orang lain

Atau mereka lebih mementingkan hal-hal lain daripada yang bisa ditawarkan

Ada yang kelihatan lebih enak di samping dan di seberang

Sedang kami menjadi orang-orang yang lapar yang sambil menunggu

Karena kami lapar, akhirnya menghalalkan segala cara

Menurunkan standar nilai-nilai luhur dalam tradisi kami

Karena kami lapar, perut kami butuh asupan

Tidak apalah, asal kami bisa makan

Menjadi budak dunia bukanlah hal yang terlalu buruk

Manusia hidup bukan hanya dari roti saja

Akh, itu ungkapan tolol

Adakah dengan meyakini itu kami bukan lagi orang-orang lapar?

Entahlah,  tapi yang lain meyakini “Bertobatlah, sebab harinya sudah dekat”.


Medan 2017

Oleh : Mantily H

Mantily Holmes

/mantilyholmes

Penulis, Content Researcher, Penyuka Kucing, Pendengar dan pemain musik, Yoh 14 :6, Soli Deo Gloria.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.