HIGHLIGHT HEADLINE CERPEN

[Cerpen] Jika Saja Lupa Menghilangkan Angkasa

14 Jan 2017 | 09:41 Diperbarui : 14 Jan 2017 | 17:39 Dibaca : Komentar : Nilai :
source: http://www.davidlebovitz.com/ice-glacons/

Saya mencelupkan kaki sedikit ke air.

“Dingin.”

“Tidak apa-apa, Luana. Air kolam renang memang selalu dingin di awal, namun lama-lama tidak terasa apa-apa.”

Saya mengangguk, lalu masuk ke dalam kolam renang. Rasanya masih dingin. Saya memutuskan untuk menyelam agar terbiasa dengan dinginnya. Angkasa memutuskan untuk menunggu di pinggir kolam. “Nanti menyusul," katanya sambil meneguk segelas air es.

Saya terus menyelam. Lantai kolam warnanya putih saja, padahal biasanya ada lantai biru juga. Tapi putih saja jauh lebih bagus. Untuk apa ada warna biru? Kesannya seperti mau bersaing dengan birunya air. Hari ini air cuma bersaing dengan Angkasa, karena dia biru, selalu begitu.

Ketika sedang menyelam seperti ini, saya sering berpikir, bagaimana jika seluruh dunia hilang ketika saya mengangkat kepala ke permukaan? Bagaimana jika dunia kiamat ketika saya sedang sibuk memandangi lantai kolam renang?

“Klik!” Jika Saja berdiri di hadapan saya, ia baru saja menjentikkan jari. Saya mengintip ke luar kolam. Semuanya putih, tidak ada warna lain. Tidak ada langit atau Angkasa. Jika Saja baru saja menghilangkan dunia.

Saya mau keluar dari kolam renang tetapi kaki saya kaku. Ada rasa dingin yang muncul di telapak kaki, lantas menjalar perlahan ke atas.

*

“Kenapa airnya dingin sekali?”

“Es batunya segunung!”

“Dasar. Hahaha!”

“Eh, A. Ada sesuatu yang terperangkap di es batu yang itu! Mungkin para peri!”

“Ah, paling cuma serangga. Sebentar, saya buang dulu es batu yang ini.”


12 Januari 2017, Livia Halim

-

Merangkak | Minum | Menghilang | Menginap | Mengunyah | Melihat

Livia Halim

/livi

TERVERIFIKASI

Surrealism Fiction | Nominator Kompasiana Awards 2016 Kategori Best in Fiction | Faculty of Law, Parahyangan Catholic University | Personal blog: surrealiv.blogspot.com | e-mail: surrealiv@gmail.com | LINE loonylivi | IG livi.livi | Buku-buku antologi: "Katakan Cinta" (https://goo.gl/tpi2Nd), "Ada Sepotong Bulan Tenggelam di Dasar Cangkir Kopi Hitam" (https://goo.gl/toqMVF), "Tentang Laki-Laki, Gema, dan Early Grey" (https://goo.gl/DS789x)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.