CERPEN

Cinta dalam Kata

19 May 2017 | 16:46 Diperbarui : 20 May 2017 | 15:48 Dibaca : Komentar : Nilai :

Kamu harus ingat, perihal berpasangan bukan hanya cinta dalam kata. Kamu menuntut perhatinnya, namun waktumu tak kunjung kamu berikan padanya. Apalagi yang bisa menunjukkan kamu memang benar-benar mencintainya, jika rindu yang menggebu di dadanya tidak jua kamu tuntaskan. Dirimu terlalu asyik dengan kenyamananmu yang tanpa dia, lalu masih pantaskah kamu menyebut mencintainya? Pantas saja dia berandai-andai lalu mengada-ada perihal kamu.

Disaat-saat seperti ini, seseorang lain datang mendengarkan ceritanya. Seseorang lain dengan rela memberi waktunya, sembari mengulurkan tangan mengangkatnya dalam kebingungan. Kamu sebut dia pengkhianat, padahal kamulah asal mulanya. Tidak ada apa-apa yang kamu beri padanya, selain cinta dalam kata tanpa usaha. Dia memang pengkhianat, lalu kamu lebih pantas disebut apa? Korbankah? Setelah kamu menjadi pelaku awal yang menghendaki ini semua dengan atau tanpa kamu sadari.

Tolonglah berpikir lebih manusiawi, hati manusia ini cepat berubahnya. Jika kamu ingin mempertahankan satu hati, jagalah dia dengan segala yang kamu bisa. Itulah ketulusan. Jika nanti kamu tetap menjadi korban, setelah semua hal baik yang kamu lakukan untuknya, itu artinya akan ada hati lain yang benar-benar memberi cintanya yang tulus padamu. Dia sedang menujumu.

www.airpecah.blogspot.co.id

Pasar Usang17 Mei 201722.25

Liria Lase

/lirialase

TERVERIFIKASI

Melankolis, Pecinta Senja, Laut dan Hujan. www.airpecah.blogspot.co.id
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.