CERPEN

Cemara

02 Jul 2017 | 03:43 Diperbarui : 03 Jul 2017 | 13:28 Dibaca : Komentar : Nilai :
cover-cemara-5959e40790fdfd535824cbe5.jpg

Cemara

Barisan pohon cemara di pinggir pantai
Pohonnya menjulang meneduhkan
Sejenak lepaskan rasa jenuhmu
Memandang deru ombak
Bermain di atas lembutnya hamparan pasir

-------------------

Bangun..bangun...

Alarmnya sudah bunyi tuhh.

"Emmm ngantuk..alarm kok sudah bunyi ya, masih ngantuk nih."

Jernihnya air wudhu membangunkanku

Sepertiga malam menungguku

Sujud di sajadah panjang terbentang

Menghiasi malam dengan ungkapan syukur dan untaian do'a 

"Jangan tidur lagi, tunggu subuh ya. Nanti setelah subuh kita jalan-jalan ke pantai cemara."

"Asyik ke pantai, apa gak kepagian tuh?"

"Emm anak pantai yang lama tak ke pantai.haha.."

"Ya gak pagi-pagi banget, jam setengah 6 kita berangkat."

Fajar menampakkan diri menyambut indahnya adzan subuh..

Allahu Akbar..Allahu Akbar

Suara adzan subuh berkumandang

"Ayoo bergegas ke masjid." Ibu Nisa mengajak sholat berjamaah di masjid.

"Iya bu, kami sudah siap." menyusuri jalan menuju masjid

Sabtu pagi ini kami berada di rumah sahabat kami Choirunnisa. Tidak ada jadwal khusus, kami memang saling berkunjung di sela-sela rutinitas kerja. Rumah Nisa yang berada tidak jauh dari pesisir pantai utara, membuat kami tak pernah bosan berkunjung ke rumahnya. Desa Prunggahan Kulon, kecamatan Semanding, di kabupaten Tuban Jawa Timur, tempat tinggal keluarga Nisa.

"Mau jalan-jalan kemana kalian?"ibu Nisa menanyakan rencana kami.

"Pagi-pagi mau ke pantai cemara dahulu, terus sarapan nasi jagung dirumah nenek, pokoknya seharian keliling Tuban."Nisa semangat cerita.

"Boleh kan bu kami ajak jalan-jalan Nisa?"Salsa minta ijin ke ibu Nisa

"Iya boleh banget, kalian kan teman-teman baik Nisa yang sudah jauh-jauh mau datang kesini. Silahkan nikmati liburannya di kota Tuban tercinta."ibu Nisa senang dengan kedatangan kami.

"Maafkan kami ya bu, jadi merepotkan keluarga disini."

"Sudah..sudah..ayo minum tehnya kita berangkat ke pantai cemara." Nisa semangat ajak ke pantai.

---------------------

Barisan pohon cemara di pinggir pantai
Pohonnya menjulang meneduhkan
Sejenak lepaskan rasa jenuhmu
Memandang deru ombak
Bermain di atas lembutnya hamparan pasir

"Yeayyy pantai...pantai.."kami berlarian di pinggir pantai.

"Senangnya kalau punya rumah dekat pantai, setiap hari melihat debur ombak dan butiran pasir. Emm meneduhkan."hirup udara segar pagi hari.

"Anak pantai mulai deh imajinasinya."Zahra meledekku.

"Makanya jadi anak Tuban saja, biar bisa maen sepuasnya ke pantai."Nisa si anak pantai mulai juga.

"Iya betul siapa tahu jodohmu orang Tuban, emm kamu jadi anak pantai cemara nih.hehehe..."Salsa mengguyurku dengan air dan berlarian.

"Heyyyy Salsa...aku anak Surabaya yang refreshing bukan cari jodoh."berlarian mengejar Salsa.

Kami berlarian bermain air dan pasir, berteduh di pohon cemara, menikmati hembusan angin pantai di pagi hari. Hari ini pikiranku lebih fresh sejenak melupakan rutinitas yang kadang membuat jenuh dan membosankan.

--------------

"Ayo mampir kerumah nenekku ya, mandi-mandi bersihkan badan yang penuh pasir itu sekalian sarapan pagi."Nisa si cerewet ajak kami berhenti main air.

"Siap komandan."kami serempak mengikuti ajakan Nisa.

Tak jauh dari pantai cemara kami mampir kerumah nenek Nisa. Selesai mandi, sudah disiapkan nasi jagung lengkap lauk dan sayur untuk sarapan pagi.

"Ayo silahkan dinikmati ya nak, seadanya namanya orang desa ya seperti inilah hidangannya.hehe..."nenek Nisa mempersilahkan.

"Sama saja, maaf kami jadi merepotkan nenek sekeluarga."Salsa mewakili.

"Assalamu'alaikum..nenek.. Nisa."suara terdengar dari luar.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, siapa ya?" nenek ke depan melihat tamu.

"Nisa ada yang cari nih, ayo ke ruang tamu."nenek memanggil.

Saudara Nisa menjemput kami, siap-siap antar jelajah Tuban. Nisa perkenalkan saudaranya : Mas Zaki karyawan perusahaan di daerah Gresik dan adik mas Zaki (Rahma dan Rahman) masih kuliah di Surabaya. 

"Nenek kami berangkat dahulu ya."kami semua pamit nenek.

-----------------

"Ukhti-ukhti yang cantik nan Sholehah mau diantar kemana?"Mas Zaki siap antar keliling di Tuban.

"Cie...cie...abangku yang ganteng. Abangku ini lagi cari jodoh, siapa tahu kalian ada yang berjodoh bisa jadi iparku nanti."Nisa dan sepupunya ramai melihat Mas Zaki.

"Apaan sih Nisa.."

"Tuh Naira..siapa tahu jadi ipar Nisa."Salsa mulai deh usilnya.

Kami empat sahabat keliling Tuban diantar Mas Zaki dan adik-adiknya. Di sepanjang perjalanan Nisa dan saudaranya jadi tour guide yang ramah.  Wisata kuliner, wisata religi, jelajah wisata di Tuban yang belum pernah kami kunjungi. 

"Kalau mau maen ke Tuban kabari kakak ya?siap antar keliling lagi."Mas Zaki mengantar pulang kami kerumah Nisa.

"Iya mas Zaki dan adik-adik, terima kasih banyak sudah mengantar kami. Jangan kapok ya dengan kami, ketemu lagi di lain waktu. Kalau nikah jangan lupa undang kami." Zahra mewakili ucapkan terima kasih.

Rasanya tak ingin pulang..rasa syukur yang tak terhingga kami ucapkan bisa menikmati hari ini.

----------------------

Masjid Baiturrahman di pagi hari

Tholabul 'ilmi rutin tiap ahad pagi. Mencari ilmu karena mengharap ridho dan cinta kepada Allah untuk bekal di dunia dan akhirat. Sahabatku terkadang ikut kalau memang tidak pulang. 

"Naira..jangan pulang dahulu ya. Tunggu sebentar."ayah memanggilku.

Ada apa ini tumben ayah dan ibu kompak tak langsung pulang.

"Naira..mau menikah?"tanya ustad Ilham.

"Kenapa pagi-pagi tanya nikah ustad?"tanyaku kaget.

"Sudah jawab saja dahulu nduk."ibu ikut tanya.

"Pasti Naira mau menikah ustad, tapi belum ada calonnya.hehehe..."jawabku senyum.

"Ada ikhwan yang mau cari istri, ayah dan ibu Naira sudah saya kasih tahu sekilas. Nah hari ini saya bawa data ikhwan tersebut."Ustad Ilham memberikan amplop coklat kepada ayah.

"Kami ingin mencarikan jodoh terbaik untukmu, semua keputusan ada ditangan mu kami tidak akan memaksa."ayahku yang bijaksana memberikan data ikhwan.

Seperti pohon Cemara di pinggir pantai
Meneduhkan siapapun yang ingin bersantai dibawahnya
Menikmati debur ombak dan butiran pasir

Astaghfirullahaladzim...
Astaghfirullahaladzim..
Astaghfirullahaladzim...

Apakah jodohku si ikhwan ini?

Kelak jadi jodoh dunia dan akhirat ku?

Ya Allah tunjukkan jalan terbaik untukku..

------------

Gema takbir berkumandang

Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Laa Ilaaha lllaallaahu Wallahu Akbar
Allaahu Akbar Walillaahil Hamd

Hati ini rasanya sedih berpisah dengan Ramadhan.

1 Syawal 1438 H hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan setelah lalui bulan Ramadhan

Minal aidin wal faizin

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum

Libur kerja beberapa hari diisi dengan kegiatan berkunjung silaturahim ke saudara, tetangga, teman-teman, rekan kerja. Silaturahim mempererat persaudaraan.

"Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh."salam terdengar dari ruang tamu.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ayoo masuk...mohon maaf lahir dan batin ya."

"Ramai nih.. terima kasih kalian mau datang jauh-jauh dirumah kami."ayahku menemui tamunya.

"Ayoo silahkan dicicipi kue-kue ya, seadanya ya."ibu mempersilahkan hidangan

"Bagaimana Naira, detik-detik menunggu hari bahagia."Salsa si usil bertanya.

"Emm...Salsa nih pakai tanya. Sebulan yang lalu kan sudah merasakan detik-detik itu.hehe..."Nisa melirik Salsa.

"Sudah..sudah malah ramai sendiri. Apa yang bisa kita bantu disini." Mas Zaki semangat membantu.

"Kalian nih datang kesini kan bertamu, sudah istirahat saja. Besok siap bertugas ya."

"Siap komandan.hehehe..."ruang tamu ramai.

Hari ini 7 Syawal 1438 H, aku kedatangan sahabat-sahabatku yang akan memeriahkan acaraku. Salsa dan suaminya, Mas Zaki dan istrinya Zahra,  Nisa, Rahma dan Rahman. 

Detik demi detik kulalui terasa begitu cepat..
Tanggal 9 April 2017 dapat data ikhwan yang mau ta'aruf, 12 April 2017 aku dan keluargaku dipertemukan ustad Ilham dengan si ikhwan. Keluarga si ikhwan berkunjung kerumahku tanggal 7 Mei 2017 datang mengkhitbahku, dan tanggal 21 Mei 2017 keluarga besarku datang ke Tuban tempat tinggal si ikhwan. Si ikhwan inilah yang akan jadi pendampingku, imam keluarga, imam dunia akhiratku.

Siapa jodohku dan kapan datang jodoh itu semua rahasia Allah. Satu persatu sahabatku juga menikah. Salsa menikah dengan Adam teman masa SMA tepatnya awal bulan Sya'ban 1438 H yang lalu, menyusul kemudian Zahra menikah dengan mas Zaki tepatnya 1 minggu sebelum Ramadhan 1438 H. Zahra yang jadi ipar Nisa, Rahma, dan Rahman.Sekarang aku akan menikah dengan calon suamiku. Calon suamiku itu ternyata teman masa kecil Mas Zaki waktu SD. Nah sahabatku Nisa juga akan menikah dengan Adam teman masa kuliah tepatnya bulan 25 Dzulhijjah 1438 H. Semua menemukan jodohnya, pasangan hidupnya..bersama sampai Jannah.

Tetap yakinlah jodohmu akan datang di saat yang tepat dan teruslah memperbaiki diri.

Allahu Akbar.. Allah Maha Besar..

-----------

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Dengan mengharap rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Kami bermaksud mengundang saudara/i dalam acara pernikahan kami:

Naira Jauzaa Syafa
&
Ahlam Faisal Hanif

Yang insya Allah akan dilaksanakan pada

Hari/tanggal : Ahad/2Juli 2017

Waktu :
Akad nikah:07.00 WIB
Walimah: 09.00-11.00 WIB

Tempat: Masjid Baiturrahman
Jl. Juwingan I, Kertajaya, Gubeng, Surabaya.


Kehadiran dan do'a saudara/i merupakan hadiah terindah buat kami.
Jazakumullahu Khayran Katsiraa

 

--------------------

--lieztya09--
7 Syawal 1438 H

#semangat memperbaiki diri
#semangat menjadi pribadi yang lebih indah
#tersenyum dan tetap semangat
#thanks to : narasumber dan pembaca
#goresan pena ini kupersembahkan untuk temanku yang akan menikah, selamat menempuh hidup baru, semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah. Aamiin

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.