CERPEN

Kisah Sarpin & Saimun Part 4: Pondasi bagi Setiap Muslim

20 Oct 2016 | 02:44 Dibaca : Komentar : Rating :

Setelah berhasil menyadarkan Jaka untuk tidak menjadi manusia yang arogan dan brutal lagi,ternyata Sarpin dan Saimun mendapatkan tugas baru yang sepertinya lebih berat.

“kalian telah berhasil menyadarkan pemuda itu,tetapi jangan bangga dengan yang kalian lakukan.Karena itu semua murni kebesaran dan kekuatan dari Tuhan.Jadi bersyukurlah kepada Tuhan.Kita sebagai manusia tidak punya apa-apa,Tuhan yang memberi kita kekuatan dan tubuh ini.Jadi sadarlah bahwa hidup ini adalah anugrah Tuhan dan pemberian Tuhan.Taatilah Tuhan dimanapun dan dalam kondisi apapun” Perintah Kyai PandanLarang

“Iya,Pak Kyai.Kami sadar bahwa hidup kami hanyalah pemberian dan anugrah dari Tuhan.tetapi bagaimana caranya supaya menjadi orang yang taat terus sementara banyak yang tidak percaya akan adanya Tuhan sebab Tuhan tidak Nampak didalam kehidupan mereka” Jawab Saimun dengan penuh berfikir kritis

“Saya juga punya pertanyaan Pak Kyai,kami bingung dengan fenomena-fenomena ustadz baru? Siapakah orang yang pantas disebut kyai atau ustadz,karena kami sering tertipu penampilan kyai,tampilannya persis ustadz,memakai baju taqwa tetapi kelakuannya bejat.malah mencabuli muridnya” Sarpin bertanya juga

“untuk Sarpin,pertanyaanmu tidak bisa aku jawab,barangkali Kyai Sengkelat bisa menjawabnya karena beliau adalah orang yang paham ilmu agama..” Jawab Kyai Pandanlarang dengan penuh kerendahan hati padahal beliau ternyata lebih dalam ilmunya tetapi beliau merendahkan diri,merasa bodoh sehingga pertanyaan itu tak pantas ia jawab.

Sarpinpun pamit dan bergegas menemui Kyai Sengkelat

“Untuk kamu,Mun..Saimun..jika harus jujur, manusia biasa seperti kita jelas tidak bisa taat terus menerus .Pasti suatu saat akan berbuat dosa dan maksiat tetapi aku beritahu mun..Tahukah kamu mengapa pendakwah akhir-akhir ini seperti gagal dalam dakwahnya,Menyuruh orang bersyariat tetapi tetap saja gagal? Mereka menyuruh orang untuk sholat,puasa,zakat bahkan haji tetapi seperti angin yang  berlalu.Sama sekali tidak merubah keadaan,orang yang didakwahkan masih saja tidak mau melakukan hal semacam itu” Kata Kyai Pandanlarang

“ benar kyai,tetapi bukankah hidayah itu dari Allah jadi mungkin orang itu belum dapat hidayah” Bantahan dari Saimun

“kamu memang benar,Mun.Allah yang memberi hidayah setiap orang sehingga taqwa dan tidaknya seseorang juga atas kehendak Allah.Tetapi aku beritahu rahasianya Mun,mengapa dakwah sekarang sepertinya gagal? Itu karena fokus mereka hanya pada hukum syariat saja padahal kita harusnya menanamkan keimanan dan ketauhidan dahulu pada orang yang akan didakwahkan.” Kata Kyai Pandanlarang

“maksudnya gimana kyai? “ kata Saimun dengan penasarannya

“Orang disuruh sholat,zakat,puasa atau haji sekalipun, tetapi jika keimanan dan ketauhidan tidak ada bahkan hilang maka bisa jadi dakwah itu akan gagal karena orang yang sholat tanpa iman jelas kropos sholatnya.Dalam artian sholatnya tidak akan bertahan lama karena keimanan dan ketauhidan tidak ada.Keimanan dan ketauhidan adalah pondasi yang harus dimiliki setiap muslim” Jawab Kyai Pandanlarang

“Caranya gimana kyai supaya orang bahkan kita sendiri supaya semakin percaya kepada Tuhan” tanya Saimun

“banyak caranya,mun.Bisa menceritakan tentang keajaiban dan kebenaran isi Alqur’an.Seperti kita tahu,Alqur’an telah menjelaskan keajaiban ilmu pengetahuan era sekarang padahal kitab itu 1400 tahun yang lalu sudah menjelaskan.Seperti fenomena aneh bercampurnya dua lautan yang berbeda yakni selat Gibraltar (dijelaskan di Surat Arrahman : 19-20),fakta tentang garis edar tata surya (disurat Al anbiyya : 33),fakta tentang penciptaan manusia dalam 3 tahap (dijelaskan di Surat Az Zumar : 6),fakta tentang relativitas waktu yang diteorikan oleh Albert Einstein,penemu rumus e=mc2 yang kelak akan menjadi rumus pembuatan bom atom (disebutkan di Surat Al hajj :47),fakta tentang gunung sebagai penyeimbang bumi (disebutkan di Surat Anbiya : 21) dan masih banyak lagi.fakta-fakta yang baru terbukti era sekarang ternyata Alqur’an sudah menyebutkan 1400 tahun yang lalu.” Jawab Kyai Pandanlarang dengan berkeringat karena saking kagumnya dengan keajaiban Alqur’an

“Alqur’an memang luar biasa,ini membuktikan bahwa Alqur’an bukanlah buatan atau ciptaan Nabi Muhammad.Murni ciptaan Tuhan untuk umat manusia.Lalu mengapa Allah tidak menampakan diriNya,Pak Kyai?” tanya Saimun lagi

“banyak jawabannya,Mun.Pertama,jelas ini membuktikan bahwa Allah maha adil karena tidak bisa kita lihat,jika Allah bisa kita lihat,bagaimana dengan yang buta yang tidak bisa melihat.ini sebagai bukti juga bahwa Allah maha adil.Kedua mata kita tidak bisa menjangkauNya,tidak usah jauh-jauh melihat angin saja kita tidak bisa,tetapi angin dapat kita rasakan keberadaannya,begitu juga dengan Tuhan,bisa kita rasakan keberadaannya dengan kebesaran ciptaanNya seperti bumi dan alam semesta.Tidak mungkin ada dengan sendirinya pasti ada yang menciptakan dan yang menciptakan adalah Allah” Jawab Kyai Pandanlarang

Saimun akhirnya mengerti,sekarang dia akan mendakwah dengan memprioritaskan dakwah keimanan dan ketauhidan.Saimun membagi 70% dakwah keimanan dan tauhid ,30% dakwah hukum syariat.

Akankah Saimun berhasil mengislamkan Negeri Kurawa,biarlah sang waktu yang akan menjawabnya..

Dan sepertinya,Sarpin yang akan menemui gurunya,tersesat di Desa Ambaran yang penduduknya Islam semua tetapi Islamnya berbeda-beda,ada Nu,ada Muhammadiyah,ada Wahabiyah,ada salafi,ada MTA,ada Ahmadiyah dan lain sebagainya.Mampukah Sarpin menyatukan kembali islam disana.Cerita selanjutnya akan menjelaskan tentang itu.

Kang Nihat

/kangnihat

Muhammad Amirudin,( Kebumen,28 Desember 1993).Panggilan: NIHAT ,Jama’ah Maiyah Nusantara,asli Kebumen.Bekerja di Dunlop Indonesia.Hobi menulis,membaca & menonton Kunjungi Saya di http:// www.kangnihat.wordpress.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.