HIGHLIGHT PUISI

Puisi | Langit Merauke Kembali Menangis

06 Apr 2017 | 10:52 Diperbarui : 06 Apr 2017 | 11:24 Dibaca : Komentar : Nilai :

Langit kembali menghitam setelah cerah beberapa hari yang lalu

Kilat kembali menyambar dalam malam pekat

Kilau cahayanya sesekali menggores sisi gelap malam

Hujan malam ini, jelmaan kesedihan


Sebenarnya malam ini yang ingin ku dengar hanyalah suaramu

Namun saat ini,,

Hanya raungan atap yang diserbu cucuran hujan

Yang ingin ku lihat adalah gaun malammu


Namun hingga kini,

Hanyalah wajah malam yang menangis tersedu-sedu

Biarlah hujan malam ini menghapus segala jejak di atas tanah

Tapi jangan biarkan jejakmu terhapus dalam memoriku

Dalam rindu yang tertahan oleh penantian


Ku senyapkan malam dalam sebuah kesendirian

Berharap engkau datang menemuiku

Meski harus diterjang hujan, bahkan disambar petir sekalipun

Biarlah hujan hanyalah taburan bunga

Atas perayaan pertemuan kita.



Joseph Epifianus

/josephepifianus

Menulis sejatinya menuangkan ide dalam suatu tulisan. Lewat jari-jemari yang menari-nari dengan memungut kata, membentuk kalimat dan menjadikannya sebuah makna. Menulis membuat seseorang mampu menyelami dirinya sendiri. Menyadari siapa dirinya, dan menjadi jujur akan kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Menulis adalah mengabadikan sebuah kisah yang menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.