PUISI

Kekasih di Balutan Nestapa Rindu

04 Jul 2017 | 07:38 Diperbarui : 04 Jul 2017 | 07:38 Dibaca : Komentar : Nilai :

Angan pasrah ada rasa gundah
fokus di bawah tekanan yang tinggi
meluapkan isi  hati pada tempatnya
aku harus menulis novel lokalitas HSS

Embrio sunyi menatap cakrawala
aku akan terus setia sepanjang arti
menuntas pilu ragam yang pasrah
kau tahu semakin dirasa
semangat bekerja di hari pertama
kaya apa memberi makan anak bini

Aku akan terus berlari dengan puisi
orang yang tangguh di sekitar kita
arti semu kisah nyata
akibat adat budaya dunia ini
tiada tara meneguh kasta

Mengatur langkah jejak bersisian
kau kenang sejuta rasa disini
menandas rindu sepenuh canda
bukan hal yang diidnginak
aku memilih untuk diam

Kekasih di balutan nestapa sendu
selalu ada di setiap sudut pandangan
tak pernah bertanya akan harga sebenarnya
selalu ingin dicerna lebih jauh

Puisi yang tak pernah usai
sepeda motor wayahini keren keren
nang mamakai juga bungas
bertemu Syamsuri Jajau saruan anu Nisa
orang lain tak pernah tahu
terbang lantas menerawang bintang

Cumbu raga menuju satu tuju
agar semua bisa ditulis dengan nyata
jangan pernah memaksa dengan keadaan hidup
meniti sunyi dalam pualam sendu

Kandangan, 4 Juli 2017

Akhmad Husaini

/husaini.angkinang

TERVERIFIKASI

Tinggal di Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Memiliki impian besar mengelilingi Indonesia dan dunia, berkat kegiatan menulis.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.