PUISI

Bekal Sunyi Memindai Cerita Landai

20 Mar 2017 | 16:59 Diperbarui : 20 Mar 2017 | 17:07 Dibaca : Komentar : Nilai :

Jawaban selalu aneh aneh
saling berkaitan satu sama lain
kau teramat cantik di mataku
tak sesulit yang dibayangkan
penghambaan kelam yang makin aktraktif
saling menerpa menjelma kuasa
dalam segala aturan yang pernah dibuat

Bekal sunyi memendar cerita landai
kau patut tahu akan hal itu
tak menyia nyiakan kesempatan emas itu
sebaiknya kau rasakan sendiri adanya
aku tak bisa seperti mereka
Kalimantan Selatan Waja Sampai Kaputing

Sapa dendam di malam gurindam
membiasakan diri kepada hal yang baik
kau yakin bisa menggapainya
tingkat kekecewaan akan berkurang
tentu dengan kesabaran yang tinggi
kesudahan menampak jejak berkekalan

Akulah pengkhayal kelas berat itu
butuh banyak waktu yang disediakan
demi sebuah kesenangan bersama
sang penebar virus seribu kata setia
bingkai nafiri merajut tirani bersua
menanjak purnama dilantunan mata hati

Kandangan, 15 Maret 2017

Akhmad Husaini

/husaini.angkinang

TERVERIFIKASI

Tinggal di Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Memiliki impian besar mengelilingi Indonesia, berkat kegiatan menulis.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.