PUISI

Takdir

16 Feb 2017 | 16:59 Diperbarui : 16 Feb 2017 | 17:01 Dibaca : Komentar : Nilai :

Puisi Untuk Hartinywiro


Begitulah takdir,

tidak ada alasan lain untuk tidak mengerti

Semua terasa begitu nyata

terkadang pun tak nyata.

Tampak walau tak tampak

sekat yang sangat tipis

tak terlihat sama sekali

mungkin Tuhan

membuat garis takdir

“tuk dilalui oleh setiap orang

‘ntuk mengabdikan diri kepada-Nya

Begitulah takdir

Saat senja luruh bersama gerimis hujan

Menutup hari cerah keseharian hari ini

Lalu malam pekat menutup siang

Alam Baqa tanpamu

Kedinginan ini makin lekat mengingatkanmu

Perpisahan berakhir Fana

Perpisahan berakhir duka

Kapan lagi

Akan kutulis

Puisiku ini

Lalu malampun makin pekat

Dan hutanpun beringas menghantam

Tahajjutku berselimut dinginnya hujan

Hatikupun beku dalam dinginnya hujan

Menyambut kehidupan

rangkul erat semua yang kita cintai..

waktu yang menyebabkan mereka berbagi

menginspirasi kita untuk terbang di suatu waktu

ketika hidup bisa jadi menantang

, kita harus menjaga

kami peduli denga potensi tertinggi

di sini Potensi puncak.kemampuan ini

tugas besar menguji

kekuatan dalam diri

aku berharap yang terbaik,

dengan cinta dan rasa hormat

Tidak ada lagi hati yang terluka.

, hidup...

terbaik

ketika ada yang mendorong jiwa



Guyangan, 16-2-2017

Hartini Wirapajar

/hatiniwiro


Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.