NOVEL

Dream & Love (D & L) Part 1 | 02 Ketidaksengajaan (01)

17 Feb 2017 | 19:47 Diperbarui : 17 Feb 2017 | 19:35 Dibaca : Komentar : Rating :
sumber-2-bp-blogspot-jpg-58a6f0c5127f619


Sore ini suasana kota Jogja kurang bersahabat karena mendung tidak seperti sore-sore sebelumnya yang masih terang dan dapat melihat indahnya matahari tenggelam dengan udara tidak terlalu dingin. Sore ini Kak Nowy berencana untuk meminta tolong Mbok Inah belanja kebutuhan mereka selama satu bulan. Mereka memang anak yang berbeda dan terpaksa mandiri dikarenakan mereka hanya tinggal berdua di rumah mereka dengan ditemani oleh pembantu mereka yaitu Mbok Inah. Ayah mereka selalu bekerja keluar kota mencari nafkah dan pulang setiap 2 minggu sekali. Hal inilah yang menyebabkan mereka harus mandiri, walaupun ada saudara di satu kota tapi ayah mereka tidak ingin merepotkan saudaranya untuk merawat mereka dan memilih tinggal di rumah yang ia beli.

Karena cuaca mendung Kak Nowy tidak tega untuk meminta tolong Mbok Inah untuk belanja takut dia akan mengalami kesulitan nantinya di jalan apalagi nanti jika hujan dan dia membawa belanjaan sendirian. Akhirnya dia memutuskan untuk belanja dengan mengajak Sena agar dia lebih mudah berbelanja karena Sena lah yang lebih tahu kebutuhan apa saja yang dibutuhkan selama satu bulan kedepan.

Tanpa berfikir panjang dan takut hujan akan segera turun Kak Nowy meminta Mbok Inah dan Sena untuk mengecek dan menulis barang apa saja yang sudah habis. Dengan cekatan Sena dan Mbok Inah mencatat sembari melihat barang-barang yang sudah habis. Tak butuh waktu lama untuk mereka mencatat kebutuhan mereka. Setelah selesai Sena menuju kamarnya dan berganti pakaian dengan pakaian simpel dan memakai kerudung berwarna biru, setelah itu ia keluar kamar menuju halaman untuk menunggu kakaknya yang sedang mengeluarkan motornya.

Belanja kali ini Kak Nowy memilih belanja di pasar sore yang agak jauh dari rumah mereka. Sena agak heran kenapa Kak Nowy berbelanja tidak di swalayan besar seperti yang sering dia lakukan bulan bulan sebelumnya. Kak Nowy pun menjelaskan jika dia memilih belanja di pasar karena barang-barangnya lebih murah dan dapat membantu para pedagang yang ada disana dan pasar ini hanya buka saat sore hari dan baru beberapa hari ini diresmikan oleh pemerintah soal tempatnya pun tidak kalah bersih dengan swalayan lainnya.

Sena dan Kak Nowy pun berkeliling pasar untuk melihat dahulu toko-toko yang ada disana ternyata mereka baru sadar pasar ini memiliki banyak toko yang menjual beraneka ragam barang. Akhirnya mereka menemukan toko yang agak besar dan lengkap disana, entah karena sebuah kebetulan toko yang mereka pilih adalah toko grosir dan menjual eceran dengan harga yang lebih murah. Sena dan kakaknya berkeliling berdua dan mengambil barang-barang yang ia butuhkan.

Kak Nowy pun puas dengan belanja hari ini. Karena sudah merasa komplit akhirnya Kak Nowy dan Sena menyudahi belanjanya dan membayar belanjanya ke kasir. Kakak Nowy dan Sena berjalan keluar toko menuju arah parkiran untuk mengambil motor mereka. Dan tiba-tiba Kak Nowy teringat sesuatu kalo dia belum membeli lap yang dipesan oleh Mbok Inah. Kak Nowy pun menyuruh Sena untuk membelinya di toko sebelah toko grosir tadi.

Karena cuaca sudah mendung sekali Sena bergegas menuju toko tersebut dan akhirnya dia sampai dan langsung mengambil barang yang diminta kakaknya. Saat mau membayar Sena melihat keributan di kasir antara anak laki-laki yang tinggi dan putih menggunakan topi hitam dengan bapak pemilik toko.

“Pak, gue boleh enggak nih ambil rokok ini dulu nanti gue bayar. Lagian saudara gue lagi ambil duit” Pinta anak itu dengan bahasa sedikit kasar dan bukan bahasa yang sering digunakan di Jogja.

“Wis tak omongi nek neng kene bayar sek lagi isoh jikok barange. Dadi jenengan enggak isoh jikok barang sek. Kono neng ATM sek” Pinta si bapak menjelaskan dengan bahasa jawa.

Sepertinya si anak tampak bingung dengan maksud si Bapak dan dia pun mengerutkan keningnya dan berkata “Gue enggak ngerti maksud mu Pak. Gue ambil rokok ini ya nanti gue bayar santai aj” Dengan santainya ia membuka rokok itu di depan bapak tersebut dan mulai melangkah meninggalkan bapak tersebut.

Si bapak pun menarik tangan anak itu dan mengambil rokok tersebut. “Sembrono dadi bocah” katanya kesal.

Si anak laki-laki itu pun kesal dan merebut kembali rokoknya. “Pak, gue bakalan bayar okey jadi enggak perlu sekasar itu kali”

Si Bapak mulai tidak bisa mengendalikan emosinya dan berkata “Sampeyan isoh bayar saiki ora, nek ora tak panggil keamanan” ancamnya kasar sehingga membuat pengunjung yang lain melihat ke arah mereka dan dia langsung mengambil  hpnya.

“Maaf, Bapak ini anten nopo geh kok ribut-ribut” Sena memberanikan diri menuju ke arah mereka. Sontak si Bapak dan anak itu terkejut dan melihat kearah Sena.

“Iki loh dek ket mau bocah iki ngeyel pengen tuku rokok neng tokoku tapi le bayar keri. Lah wis tak jelaske ora dong-dong waton jikok wae” Si bapak menjelaskan dengan jelas perihal yang membuatnya kesal.

“Oh ngoten pak” Sena mulai paham apa yang terjadi. Sebenarnya Sena ingin cuek saja dengan keributan ini tapi karena dia ingin bergegas pulang iyapun memberanikan untuk melerai mereka.

Sena kemudian memandang si anak laki-laki tersebut sambil mengambil nafas dalam dan heran anak seusianya bertingkah seperti preman dan bersikap kurang sopan terhadap orang tua.

“Sorry, kamu mengerti yang dibicarakan si Bapak ?” Sena mulai bertanya ke anak itu.

“Gue enggak ngerti kata-kata bapak itu. Makanya gue enggak paham maksud si Bapak, kalo kamu tahu tolong beritahu dia pake bahasa jawa kalo gue cuma ambil rokok ini dulu nanti gue bayar soalnya gue lagi nunggu saudara gue yang lagi ambil uang di ATM” Si anak laki-laki menjelaskan dengan jelas ke Sena.

Sena heran kenapa anak ini masih keras kepala dengan keinginannya padahal yang dia lakukan keliru. Dan akhirnya ia memutuskan untuk membayarkan dahulu rokok si anak karena dia tak ingin terjebak terlalu lama di situasi ini.

“Pak ini kulo bayari mawon rokok e si mas e” Kata Sena ke Bapak sembari menyerahkan uang. Si bapak kemudian mengambil uang itu dan membungkuskan barang belanjaan Sena.

Sena kemudian berjalan ke arah anak tadi “Ini aku bayarin dulu rokoknya, soal uangnya santai aja kamu bisa membayarnya kalo kita ketemu”

Si anak membuka rokoknya dan menghidupkan rokoknya tapi karena merasa enggak enak dengan gadis itu ia tidak jadi merokok didepannya. Dia merasa kagum dengan  gadis itu yang perduli dan mengerti apa yang dia maksudkan padahal baru pertama bertemu.

“Makasih ya. Oiya bentar lagi saudaraku datang. Kita nunggu bentar ya” Pinta anak itu.

Sena dan anak itu menunggu didepan toko si Bapak tersebut dengan suasana grimis dan selang beberapa menit kemudian mulai hujan agak lebat. Sena ingat tidak membawa payung, dan dia mulai cemas karena kakaknya akan mencarinya.

Sena dan anak tersebut berdiri dan berteduh di teras toko tersebut tanpa saling berkata-kata. Si anak heran kenapa gadis ini hanya diam saja dan dia sesekali-kali dia melirik gadis itu dan merasa gadis ini tidak seperti gadis lainnya yang seusianya karena menggunakan kerudung.

Tiba-tiba ada suara berbunyi, mereka saling mencari hp mereka dan melihatnya. Ternyata bunyi berasal dari hp salah satu dari mereka.

“Ternyata hpmu yang bunyi. Cepetan angkat” Pinta anak itu.

Sena langsung menerima telpon tersebut. Ternyata dari kakaknya.

“Hallo Sen, Assalamu’alaikum. ini kakak” Kata kakaknya melalui telpon.

“Iya, hallo kak.” Jawab Sena

“Sen, kamu dimana ayo cepetan ke parkiran nanti dak keburu ujan gede loh. Kita juga belum sholat magrib. Kakak tunggu ya” Pinta kak Nowy ke Sena khawatir dan langsung menutup telponnya.

Sena langsung memasukkan telponnya ke tas kecilnya dan merapikan belanjaanya agar tidak kemasukan air hujan. Anak laki-laki itu memandang gadis ini dan mulai curiga mereka gadis ini membereskan belanjaannya.

“Sorry, aku harus pergi sekarang soalnya kakakku sudah menunggu di parkiran” Kata Sena dan langsung pergi meninggal tempat tersebut.

“Hai, tunggu” Teriak si anak laki-laki tersebut ke Sena tapi Sena tidak menghiraukannya dan terus lari menerjang hujan.

Selang beberapa menit anak laki-laki ini dihampiri oleh seorang pemuda dengan membawa payung hitam. Ternyata saudara sepupunya sudah datang. Diapun langsung berlari menyusul Sena menuju ke parkiran untuk mengembalikan uang tersebut dengan meminjam payung saudaranya. Di jalan menuju parkiran tidak sengaja ia berpapasan dengan seseorang bermantol hijau tapi dia tidak menyadari bahwa itu adalah gadis yang ia cari. Sampai di parkiran dia memandang dari berbagai arah tapi tidak menemukan sosok gadis berkerudung biru tersebut hanya melihat laki-laki dan perempuan bermantol mengendarai motor pergi dari parkiran pasar tersebut.

©©©

Our Story

/haryanti01

Bismillah Writer Yuk cek karya novel di : Wattpad : https://www.wattpad.com/Our_Story01
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.