PUISI

Puisi | Tak Seromantis Kampanye "Fi"

18 Feb 2017 | 02:16 Diperbarui : 17 Feb 2017 | 23:33 Dibaca : Komentar : Rating :
dokumentasi pribadi

pagi terbangun, aku telah disela-sela cahaya

Menepikan hati risau terombang lelah

Kususuri setapak demi setapak jalan sore

Aku melihat bayangan kumuh ulah sebahagian pejabat kumuh

Fi.. aku merasa sendiri melawan dunia

Temani aku jangan lepas genggammu di jemari,

Tebarlah kasih sayangmu kepada mereka juga

Bukan hanya kepadaku sayangku...

Fi.. aku melihat mereka meraung tangis kemiskinan

Tapi tak ada peduli orang istana,

aku tak bisa buat apapun untuk mereka

kususuri jalanku lorong-lorong semakin menjepit

grobak PK 5, sebentar lagi akan tergusur

lalu  mereka terbuang pada limbah industri dan perhotelan

Fi.. kenapa mereka tak bisa mendapatkan keadilan dinegeri kaya raya ini

mengapa mereka teracuhkan terasingkan terbunuh

aku kebingungan saat politikus itu berkampanye

terasa mereka adalah ayah untuk anak yatim

terasa rumah tuk pemulung

terasa idealis tuk penentu Hukum, tapi

kala mereka terpilih harumnya terasa Comberan-comberan

bertebaran baunya sampai di bawah jembatan dan gubuk-gubuk..

Fi.. saat ini aku tak ingin menulis syair romantis tentang atau untukmu,

aku sedang gelisah meneropong megahnya kemiskinan 20 sampai 1000 tahun datang.

Gembel Borjuis

/hamkasafri

"Melihat dari Sudut yang Berbeda"
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.