PUISI

Puisi | Oase Nurani

17 Jun 2017 | 18:24 Diperbarui : 17 Jun 2017 | 18:24 Dibaca : Komentar : Nilai :
Kompasiana image by Gong 2017

Sajak Sinar Bunda

Semusim mimpi menuju kini di antara hutan beton metropolis. Bunda doamu tersimpan di nurani, baju cinta kasih dari Ilahi. Aku titipkan kepada malaikat doa kasih sayang untukmu. Harapanmu ada di sukmaku, kembali pulang bersujud di kakimu.

Tembang cinta di gugusan kisah masa kecil kekuatan menuju pengabdian pada negeri. Kala aku berlari di antara cuaca langit dan bumi, di musim bunga tanaman mu, naik lori ke ladang tebu. Aku kangen Kepadamu.

***

Sajak Bus Kota


Tak semua bus kota kini bisa aku lompati masuk di ruang kotak besi. Hal itu bukan alasan untuk tidak berbagi. Musim teknologi penyejuk ruangan nyanyian hati untuk alam. Menjalin langkah-langkah di tujuan hingga usailah pendidikan di terang langit harapan nurani. Bunda. Aku setia dalam doamu.

***

Sajak Hening

Menghela nafas menghirup oksigen dalam-dalam. Zikir, di antara takbir pesona Ilahi. Telah ditetapkan ketika Bunda memberi restu pengembaraan. Komitmen. Gelora berlari mengejar harapan di tujuan.

Pengembaraan membedah hutan metropolis, setelahnya kembali ke desa para petani. Mengolah tanah pengabdian untuk negeri para tradisi. Membawa panji-panji warna-warni.

Jakarta, Indonesia, June 17, 2017.

GONG2017

/gong_2017

TERVERIFIKASI

Kenek dan Supir Angkot. Peace.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.