PUISI

Pagi dan Senja Bermuram Durja

21 May 2017 | 00:13 Diperbarui : 21 May 2017 | 00:23 Dibaca : Komentar : Nilai :
sumber: Detik.com

Pagi itu aku terjaga
Karena sumpah serapah orang-orang terluka
Dari corong mulut melewati ventilasi jendela
Kemudian tersumpal ke dalam telingga.

Aku menatap penuh heran
Meragukan otak dalam kepala
Mereka terus teriak
Tak peduli aku terganggu.

Karena mereka
keheningan pagi sungguh teraniaya. 

Saat matahari di ubun-ubun
Aku tak puas ditikam teriknya
Iri pada mereka yang berteduh
Dibawah keademan pohon mangga.

Lalu aku menyangsikan keadilan betul ditabuh
Tanpa sadar tanda tanya padaku berlabuh
Meski berpeluh aku semakin rusuh
Dan orang-orang memvonis otakku lusuh.

Karena aku
Keindahan senja sungguh terbunuh.

Akibat ulah kita
Pagi dan Senja bermuram durja.

Gayo Lues, 2017

Gayoku

/gayoku

TERVERIFIKASI

*Sederhana saja seperti kesederhanaan yang sederhana* email : anakgayo91@gmail.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.