DRAMA

Mengejar Kuntilanak

18 Mar 2017 | 08:55 Diperbarui : 18 Mar 2017 | 13:33 Dibaca : Komentar : Nilai :
http://tetesembunsubuh.blogspot.co.id

Malam jum'at kliwon, langit berbintang, bulan purnama. Mang Darman bersama tetangganya Si Oding berencana untuk mengobor belut (mencari belut) di sawah. Selain sebagai hobi, usaha mencari belut ini jika hasilnya banyak bisa menambal kekurangan menu makanan di rumah. Mereka berangkat ke sawah membawa obor, ember, dan gergaji yang digunakan untuk menebas belut yang licin.

Mang Darman: "Ding, kita pergi ke sawah sebelah mana? Mau ke sawah bojong atau sawah curug?"

Oding: "Mendingan ke sawah bojong kang, ke sawah curug mah banyak "jurig" (Dedemit)"

Mang Darman: "Ah kamu mah dasar penakut. Di sawah curug itu lebih banyak belutnya. Kalau ada jurig, serahkan aja ke akang, biar akang tebas pakai gergaji"

Oding: "Hiiiiih (Si Oding menggigil), Si akang ngomong teh jangan sompral atuh. Nanti mereka datang"

Sambil menyusuri jalan setapak mereka menuju ke sawah curug. Memang, di kala musim tanam padi sudah dimulai, belut suka keluar dari lubangnya di malam hari.

Mang Darman: "Ding, ayo turun ke sawah !, tuh lihat sudah ada satu belut menunggu untuk ditangkap"

Oding: "Bener Kang, mana gergaji?"

Si Oding langsung menebas mahluk meleor disangka belut. Tapi ketika dipegang ternyata itu bukan belut melainkan ular.

Oding: "Jadol !!! Bukan belut kang, ini mah ular"

Mang Darman: "Udah buang aja. Memang mirip belut euy!"

Oding: "Kang, jangan-jangan itu ular jurig?" (Oding mulai merasakan takut. Dalam bayangannya selalu teringat dedemit penunggu sawah curug)

Mang Darman: "Ari Kamu, mau mencari belut atau mencari jurig Kodiiiing?" (Mang Darman mulai merasa kesal)

Tiba-tiba berhembus angin kencang yang hampir memadamkan obor yang dibawa oleh Oding dan Mang Darman. Mereka berusaha melindungi api jangan sampai padam dengan menggunakan kain sarung. Tapi, hembusan angin semakin kencang dan memadamkan api obor.

Semerbak wangi bunga melati tercium oleh Mang Darman dan Oding.

Oding: "Kang, ada wangi melati?" tanya Oding

Mang Darman: "Betul Ding, akang juga menciumnya. Wah euy bener ini mah jurig". Hayu Ding lariiiiiiiiiii !"

Mang Darman lari sekencang mungkin meninggalkan Si Oding. 

Oding: " Kang tungggu atuuuuh!"

Mang Darman saking kencangnya lari, kakinya tersangkut batu dan terjatuh. Saat berusaha untuk bangun, terasa ada tangan meraba lehernya yang terasa sangat dingin. Tiada lain dan tiada bukan yang meraba leher Mang Darman adalah Kuntilanak

Mang Darman: "Ding, jangan menakut-nakuti akang atuuuh !"

Kuntilanak: "Hihihihihihihi. Hihihihihihihi. Akang, tidak takut kan sama jurig?"

Mang Darman : "Toloooooong, tolooooong ! Jangan ganggu aku?"

Kuntilanak: "Hei manusia, kamu sangat ceroboh. Mahluk yang kau bunuh di sawah tadi adalah anakku. Teganian kalian membunuhnya?". hihihihihihihihihi. hihihihihihihihihi

Mang Darman terbangun dan mencoba untuk memberanikan diri.

Mang Darman: "Neng Kunti, laaaaagi laaaagi bercanda yaaaaaa?" Dengan suara terbata-bata.

Kuntilanak: "Bangsaaaaaaat ! Dasar manusia bodoooooh. Aku ini sedang marah tahu !". Hihihihihihhiihi. Kuntilanak terlihat kesal

Mang Darman: "Tidak terlihat marah Neng. Neng kunti mah terlihat bahagia. Soalnya tertawa terus" Dengan polosnya Mang Darman menjawab

Kuntilanak: "Hihihihihihihi. Hei manusia bodooooh. Tertawa itu ciri khas budaya bangsa Kami. Tidak seperti bangsa kalian yang tidak punya ciri khas dan selalu kehilangan jati diri. Hihihihihihihiii"

Oding: (Dengan napas yang ngos-ngosan). "Kang hayu lariiiiiii !" Oding pun lari meninggalkan Mang Darman

Mang Darman: "Aku bosan lari terus. Kakiku sampai berdarah gara-gara Neng Kunti. Sok lah aku mah gak takut. Akan kulawan Kuntilanak ini"

(Mang Darman meringis kesaikitan, karena kakinya tersandung batu dan banyak berdarah). Mang Darman mulai ingat pepatah orang tua jaman dulu. Jika bertemu atau diganggu kuntilanak, maka orang yang diganggu kuntilanak tersebut jika perempuan harus merokok, jika yang diganggunya pria dia harus membuka pakaian dan telanjang bulat.

Kuntilanak: "Hihihihihihihihi. Berani sekali kau mau melawanku hey manusia"

Mang Darman langsung membuka baju dan celana lalu menghampiri Si Kuntilanak. Ternyata benar wejangan orang tua Mang Darman. Kuntilanak terlihat takut dan mulai terbang.

Mang Darman: "Sok Siaaaah Neng kalau berani lawan aku !" Teriak Mang Darman

Kuntilanak: "Hihihihihihihi.l Hey manusia tak punya malu ! hihihihihi. Kamu akan kulaporkan pada Komnas HAK (Hak Asasi Kuntilanak)! Kamu telah mencoba melakukan pelecehan seksual"

Mang Darman terus mengejar Kuntilanak sambil telanjang bulat

Mang Darman: "Kuntilanaaaaaak, ke sini kamuuuuuu. lawan akuuuuu !" Mang Darman terus mengejar

Kuntilanak: (Terus terbang ketakutan) "Toloooooooooong, toloooooooong! ada manusia mau memperkosaaaaaaaa !"

Mang Darman kembali mendapatkan sial, karena sombong merasa bisa mengalahkan kuntilanak, kakinya tersandung batu kembali dan terjatuh sampai kepalanya terbentur tanah. Mang Darman pun pingsan tak sadarkan diri.




Epa Mustopa

/epamustopa

TERVERIFIKASI

Saya sangat suka menulis. Menulis apa yang saya ingin tulis. Dari tulisan kita bisa lebih meningkatkan kemampuan. Baik kognitif, afektif, emosional dan spiritual
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.