CERPEN

Salah Paham

19 Jun 2017 | 05:57 Diperbarui : 19 Jun 2017 | 05:57 Dibaca : Komentar : Nilai :

"Kamu ke geeran" ucapnya lirih sambil menatapku.


Aku tercengang penuh tanya. Tak bisa membalasnya. kalimat itu bukan kali ini saja terdengar di telingaku. Aku hanya bisa diam dan berpikir untuk meyakinkan sosok yang jelas tentang diriku. Ku coba tarik nafas perlahan sambil melanjutkan perjalanan. Benar tak habis pikir tentang ucapannya tadi. Aku mulai mengenang mengingat hal yang terjadi antara aku dan dia.

"Benarkah aku selalu ke geeran dengan sikapnya yang dia tujukan padaku?"
Tanyaku dalam hati.

Mataku masih menatap meja kosong yang ada di depanku. Ku tutup wajah dengan kedua telapak tanganku agar mampu melepaskan nafas yang sesak. Aku benar benar seperti orang yang kehilangan akal untuk berfikir jenius. Aku menyayanginya dengan hati yang tulus. Tak pernah berfikir untuk membuatnya geer . Ya memang terkadang aku ingin membuang segala rasa ingin tahuku tentangnya. Bukan bermaksud membencinya. Karena aku tahu dia bukan milikku. Aku selalu melampiaskan rasaku dengan mengejek seolah aku tak peduli padanya. Aku tak mau dia percaya tentang perasaanku.

Terfikir sejenak dalam benakku. Cinta benar membuat orang hilang akal lupa akan segala hal. Seperti aku yang saat ini sering diam sendiri dengan tatapan kosong. aku tak berfikir bahwa ada orang lain yang memperhatikan tingkahku.

=============
"Mei.." , kembali Zie menyapaku dengan mimik wajah tanpa dosa. Dia tak pernah sadar bahwa ucapannya mengalihkan suasana senang di hatiku. 

"Aku kecewa denganmu Zie" keluhku dalam diam.
Kau tak pernah mengerti perasaanku. Kau seperti pengecut menganggapku hanya kegeeran oleh tingkahmu. Padahal aku tak pernah menyamakanmu dengan orang lain. Bagiku kau segalanya. Meski aku tak bisa memilikimu tapi aku tetap menyayangimu, rasa sayang yang tak bisa aku buang. Aku benar kecewa tak pernah ada lelaki sepertimu, sedekat apapun aku dengan laki laki tak ada yang mampu membuatku rapuh dan mengalah terdiam. Zie sosok laki laki yang mampu membuatku bisu.

==========
Esok hari takkan ada pertemuan lagi dengannya kampus mulai libur panjang menjelang lebaran idul fitri. Aku berharap akan ada satu hal yang Zie ucapkan padaku. Namun sesampai aku di rumah tak ada satupun kata yang terarah padaku dari Zie. Akhirnya aku berfikir dan menyadari kalimat yang sering dia ucapkan meski membuatku terluka. Ya,, aku kegeeran oleh sosok tingkahnya.

" Baiklah Zie, jika itu perasaanmu, aku akan berhenti untuk tidak mendekatimu lagi". Ucapku lunglai.

Lagi lagi aku seperti orang gila bicara sendiri tanpa sadar bahwa di pinggirku ada Roy yang mendengar keluhanku. Aku kaget saat dia tau semua yang ku ucap.

" Mey" sentaknya membuyarkan lamunanku.

" Meylla Rossa, kamu bicara tentang Ziedan bukan?" , ziedan William anak Ekonomi yang selalu bersamamu?"

"Iiiya..." jawabku ragu menatap wajah Roy.

" Mey, aku tahu kedekatan kalian bagaikan sepasang kekasih penuh cinta dan selalu terlihat romantis. Bahkan aku pun berfikir kalian berbalas cinta. Tapi ternyata dia hanya menganggapmu ke geeran oleh tingkahnya". Dengan jelas kalimat itu di ucapkan Roy.

"Seseorang yang tulus menyayangi kita, dia tidak akan rela melihat kita terluka" sambungnya meremas nafasku.

Aku pun tahu seseorang akan melindungi kita jika rasa sayang tumbuh dalam dirinya untuk kita. Dan rasa geerku ini akan ku akhiri karena aku yang salah menanggapi sikapmu. Ku kira kau  benar menyayangiku tapi ternyata kalimat "aku sayang kamu" yang pernah kau ucapkan itu hanya membuatku geer saja.

*****

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.