CERPEN

Cerpen | Suami Sayang Burung, Romlah Ikut Senang

20 Apr 2017 | 20:17 Diperbarui : 20 Apr 2017 | 21:48 Dibaca : Komentar : Nilai :
Ilustrasi, pekarangan rumah di hiasi kandang burung (Foto, Dokpri)

Cerpen l Suami Sayang Burung, Romlah Ikut Senang

Perhatian Bang Jali kepada binatang kesayangannya: burung dan kucing, pasca Pilkada DKI Jakarta boleh dibilang makin serius. Burung kecer, murai batu dan perkutut, setelah hari pencoblosan, mendapat pelayanan istimewa.

Diberi makan, dimandikan dengan cara disiram dan disemprot menggunakan alat pengering rambut (hair dryer) agar bulu-bulu burung miliknya itu cepat kering.

Bang Jali mengaku selama musim kampanye di Jakarta dirinya tidak serius mengurus burungnya. Kandang jarangan dibersihkan. Di tengok pun jarang. Paling-paling saat memberi makan dan menuangkan air ke dalam kandang. Setelah itu ia ngacir dan menemui teman-temannya di pinggir jalan dekat warung kopi.

“Sekarang giliran lu gue perhatiin,” kata Bang Jali sambil berceloteh seorang diri di pekarangan rumahnya yang dipenuhi kandang burung bergelantungan.

Dulu, Bang Jali termasuk orang gila bola. Tetangganya menyebut dia udah jadi gibol. Setelah tim Persija sering keok atau kalah, ia kecewa dan kemudian mengalihkan perhatiannya ke batu cincin. Setiap hari ia banyak membuang waktu di Pasar Batu Permata di kawasan Rawabening, Jatinegara. Di situ ia nongkrong, membawa batu sebesar jengkol untuk digosok. Bisa sehari penuh, terutama ketika Sabtu dan Minggu.

Berjam-jam ia menunggu batu kesayangannya selesai digosok untuk kemudian dipercantik, dibentuk sesuai ukuran yang diminta lantas diikat. Ikatannya kebanyakan terbuat dari perak, yang sudah jelas mahal harganya. Di pasar permata itu pula banyak berbagai jenis batu permata dijual berikut pengikatnya.

Banyak pedagang batu dari berbagai daerah datang. Dia pernah dengar ada pedagang mati nggak ketahuan lantaran tidur di mobilnya sendiri. Karena pintu dan jendela rapat, pakai obat nyamuk pula, para pedagang itu tewas lantaran menghisap racun.

Soal batu cincin, Bang Jali paling suka menggunakan batu permata delima. Giok juga disukai, yang penting berasal dari Cina. Meski mahal, ia tetap berupaya untuk mendapatkan batu-batu tersebut.

Ini koleksi batu cincin Bang Jali (Foto.Dokpri)
Ini koleksi batu cincin Bang Jali (Foto.Dokpri)

Beruntung bininya tidak marah jika Bang Jali beli batu cincin.

“Nggak apa hobi batu. Daripada hobi kawin melulu,” kata Romlah, bininya yang menyaksikan teman Bang Jali suka kawin cerai di kampungnya.

Kini Bang Jali tak lagi hobi batu. Nggak musim lagi. Sekarang zamannya pelihara burung. Ya burung kenari, kecer, jalak suren, murai batu, cucak rowo dan cucak jenggot. Tetapi ia tidak melupakan pelihara burung perkutut.

Padahal jenis burung itu sudah ditinggalkan banyak orang, tetapi Bang Jali memeliharanya.

“Gue pelihara perkutut karena punya kekuatan majis. Gue nggak mau kualat,” kata Bang Jali, ketika bercerita kepada seorang tamu yang berminat membeli seekor dari beberapa burung yang dipeliharanya.

Kucing-kucing kampung inilah yang dibawa ke rumah untuk dipelihara agar Bang Jali betah di rumah (Foto.Dokpri)
Kucing-kucing kampung inilah yang dibawa ke rumah untuk dipelihara agar Bang Jali betah di rumah (Foto.Dokpri)

Jakarta kini memang tengah demam burung. Termasuk para tetangga Bang Jali.

Bang Jali belakangan makin senang. Jual burung dapat untung. Berbeda dengan ketika ia punya hobi batu cincin, jarang yang beli. Kebanyakan cuma melihat dan mendecak kagum menyaksikan koleksi batu cincinnya.

Romlah pun tak khawatir lagi dengan kesehatan Bang Jali, karena banyak waktu untuk mengurus burung-burungnya ketimbang berkumpul dengan teman-temannya di sekitar kampung. Selama kampanye Pilkada, Bang Jali jarang berada di rumah.

“Iye, janji. Nggak ke luar rumah kalo nggak perlu,” ungkap Bang Jali kepada Mpok Romlah yang sejak pagi memperhatikan dirinya.

Mpok Romlah tahu persis, hobi memelihara burung bagi Bang Jali belum lama. Tetapi urusan perhatian kepada kucing sudah lama melekat ada di diri suaminya itu. Karena itu, agar Bang Jali makin betah berada di rumah, Romlah membawa kucing ke kediamannya.

Kucing kampung yang sering datang ke kediamannya diberi makan. Tujuannya, agar kucing itu menjadi betah.

Dan betul saja, Bang Jali terlihat senang menyaksikan kucing mangkal di rumahnya. Malah, ketika kucing kawin pun ia tonton dengan serius. Bahkan difoto pula.

“Nabi aje, senang kucing,” ungkap Bang Jali kepada bininya.

Ah, senangnya Bang Jali!

Jakarta

2042017


Edy Supriatna Sjafei

/edysupriatna


Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.