PUISI

Mencinta, Tak Usah Memuja

20 Apr 2017 | 20:59 Diperbarui : 20 Apr 2017 | 21:03 Dibaca : Komentar : Nilai :
dokumen pribadi

Mencita, tak usah terlalu memuja

Meskipun,

Wajah langit menyampaikan teduh

Kulit bumi menyambut lagu berpuisi

Nafas angin menghantarkan sejuk

Aura laut melabuhkan indah

Tapi dunia tak juga jadi bersahaja?

Karena mencinta tak usah terlalu memuja

Tanya hati,

Pada lelemut sunyi yang bermukim di arakan awan yang kian menghitam

Hamparan langit mengulas dosa para pendosa

Yang menebarkan angkara pada sebisik lenguh luka jiwa

Di dinding kemunafikkan

Hingga getarnya menggoyahkan rama-rama ringkih

Yang ruhnya mudah terpedaya

Hingga tersadar

Hari telah senja

Dan peperangan usai sudah

Lalu, seikat tali bergelung hitam melingkar di leher putus asa

Itulah mengapa,

Mencinta, tak usahlah terlalu memuja

Dues K Arbain (Sufi Anak Zaman)

/dues_68

TERVERIFIKASI

Slogan Sufi Anak Zaman :\r\nJika Allah mencintai manusia, maka akan terwujud dalam tiga kwalitas : \r\n\r\n1. Simpatik Bagaikan Matahari \r\n \r\n2. Pemurah Bagaikan Laut \r\n\r\n3. Rendah Hati Bagaikan Bumi
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.