PUISI

Sajak Ladang Malam

21 Mar 2017 | 00:25 Diperbarui : 21 Mar 2017 | 02:25 Dibaca : Komentar : Nilai :

Sepasang muda-mudi ada benih cinta di ladang malam

Ladangnya berlumpur larang

Burung-burung sembunyi di satu dahan dapat intai ini

Dan bintang-bintang ditanggalkan sunyi


Desis angin dari seberang pohon sedarah

Bikin tumbang sebatang cinta dipunya

Gelepar-gelepar setumbu rasa merajuk pelik

Di ladang malam sebuah

Sepasang muda-mudi di pupuk asmara buta


Temui Tuhan saja!

Surati sebuah sajak ladang malam

Embun beku oleh debu-debu

Malam mengepung merenggut rasa

Sepasang muda-mudi bergelora cinta dihajar buta


Aku mengutuk serah!

Aku mengutuk pasrah!

Aku mengutuk segala!


Untung saja Engkau datang

Duduk sini, Tuhan!

Sepasang muda-mudi bukan sedarah

Ada kawin hanya antara kedua sekandung darahnya

Ini boleh-boleh saja bukan?


Pagi beri nampak wajah matahari

Tuhan, jangan biarkan dulu dapat lengkung janur itu!

Mau aku tambah sepi dan sendiri.


Ciledug, 6 Maret 2017

Dicky Rivaldi

/dikirifaldi

Aku melihatmu; aku membaca. Aku melihatmu; aku menulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.