PUISI

Sajak Ladang Malam

21 Mar 2017 | 00:25 Diperbarui : 24 Apr 2017 | 22:46 Dibaca : Komentar : Nilai :

Sepasang muda-mudi ada benih cinta di ladang malam
Ladangnya berlumpur larang
Burung-burung sembunyi di satu dahan dapat intai ini
Dan bintang-bintang ditanggalkan sunyi

Desis angin dari seberang pohon sedarah
Bikin tumbang sebatang cinta dipunya
Gelepar-gelepar setumbu rasa merajuk pelik
Di ladang malam sebuah
Sepasang muda-mudi di pupuk asmara buta

Temui Tuhan saja!
Surati sebuah sajak ladang malam
Embun beku oleh debu-debu
Malam mengepung merenggut rasa
Sepasang muda-mudi bergelora cinta dihajar buta

Aku mengutuk serah!
Aku mengutuk pasrah!
Aku mengutuk segala!

Untung saja Engkau datang
Duduk sini, Tuhan!
Sepasang muda-mudi bukan sedarah
Ada kawin hanya antara kedua sekandung darahnya
Ini boleh-boleh saja bukan?

Pagi beri nampak wajah matahari
Tuhan, jangan biarkan dulu dapat lengkung janur itu!
Mau aku tambah sepi dan sendiri.

Ciledug, 6 Maret 2017

Dicky Rivaldi

/dikirifaldi

Aku melihatmu; aku membaca. Aku melihatmu; aku menulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.