PUISI

Aku Orang Lalu dan Puisi Kini (1)

21 Mar 2017 | 01:26 Diperbarui : 21 Mar 2017 | 02:30 Dibaca : Komentar : Nilai :
Dokumentasi Pribadi

Biar malam lalu ada kini

Cinta menguras kering pikiran

Yang buat hati terkoyak sepi

Tinggi seperti Elbrus dan sesalju


Negeri puisi yang dingin

Di malam lalu polos jatuh di wajah-wajah kita

Terbuai dalam sesuatu

Yang paling jauh tersembunyi


Dengus nafas kita tidak henti waktu

Tenggelam dalam sampai kita di dasar

Kita berciuman, rekah kembang melati sekejap layu

Sungguh kau menyatu disisiku

Dengan mata sendu, tersenyum

Melihat ada nakal dari ranjang kembang melati


Apakah dosa?

Apakah salah?

Ketakutan berlimpah sesal

Yang tiada akan jadi tiada

Kau lantas jadi bayang yang mampir di jendela kenangan


Apa yang dapat aku mentahkan?

Ketika bayangmu memaparkan cerita


Kau negeri puisi yang kubangun kembali

Dengan penuh sedih merasa                               

Aku orang lalu dan puisi kini.


Ciledug, 6 Maret 2017

Dicky Rivaldi

/dikirifaldi

Aku melihatmu; aku membaca. Aku melihatmu; aku menulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.