PUISI

Aku Orang Lalu dan Puisi Kini (1)

21 Mar 2017 | 01:26 Diperbarui : 24 Apr 2017 | 22:45 Dibaca : Komentar : Nilai :
Dokumentasi Pribadi

Biar malam lalu ada kini
Cinta menguras kering pikiran
Yang buat hati terkoyak sepi
Tinggi seperti Elbrus dan sesalju

Negeri puisi yang dingin
Di malam lalu polos jatuh di wajah-wajah kita
Terbuai dalam sesuatu
Yang paling jauh tersembunyi

Dengus nafas kita tidak henti waktu
Tenggelam dalam sampai kita di dasar
Kita berciuman, rekah kembang melati sekejap layu
Sungguh kau menyatu disisiku
Dengan mata sendu, tersenyum
Melihat ada nakal dari ranjang kembang melati

Apakah dosa?
Apakah salah?
Ketakutan berlimpah sesal
Yang tiada akan jadi tiada
Kau lantas jadi bayang yang mampir di jendela kenangan

Apa yang dapat aku mentahkan?
Ketika bayangmu memaparkan cerita

Kau negeri puisi yang kubangun kembali
Dengan penuh sedih merasa                              
Aku orang lalu dan puisi kini.

Ciledug, 6 Maret 2017

Dicky Rivaldi

/dikirifaldi

Aku melihatmu; aku membaca. Aku melihatmu; aku menulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.