HIGHLIGHT PUISI

Mencium Aroma "Sara" di Dekatku

22 Apr 2017 | 08:23 Diperbarui : 22 Apr 2017 | 12:00 Dibaca : Komentar : Nilai :
Sumber : fusion.net

Tunda lah dulu menggilas pakaian setengah bersih itu sayang
Duduk kemari sebentar saja, biar ku ceritakan kisah tanpa judul ini

Dari awal kisah ini memang sengaja tak ku beri judul,
Karena bukan berasal dari kisah sedih apalagi romansa yang menjadi pilu
Tak ada bunga, cincin berlian atau belati dibalik bahu
Hanya ada canda, tawa dan sapa setiap bertemu

Singkat cerita kami berpisah jarak dengan banyak sebab
Bukan, bukan karena kami tak saling cinta. Sudah ku bilang ini bukan kisah romansa yang berubah menjadi pilu

Terhitung kiranya 3 tahun lebih kami tak jumpa
Namun canda, tawa dan sapa masih terjalin baik dalam bentuk online,
Masih sempat juga dia tanya kabar dan kuliahku kemarin
Ah bukan kemarin, tapi kemarin lusa, ah bukan, mungkin sebulan lalu, ah aku lupa kapan itu
Karena yang ku ingat jelas tentang kemarin adalah,

"Jiwa ragaku tak selaras
Pun iman dan asalku diributkan
Tujuanku tak sejalan serta penuh niat buruk
Aku berbeda dan,
Aku bukan lagi bagian dari kesatuan".
Dalam tulisan seorang kawan yang ku baca kemarin, seusai melepas lelah diperjalanan pulang.

Memang tak tertulis sebuah nama sebagai bukti pada siapa itu dituju
Namun setiap kalimatnya menuntut hati ini untuk merasa "Aku"
Sayang, bolehkah sekali saja ku tanya pada dirinya,
"Apa pernah ada seseorang yang memberikan permintaan pada Tuhan sebelum ia dilahirkan ?"
Sebab terlalu lucu bila takdir Tuhan dia jadikan alasan kalau aku berbeda,
Aku tak sama dan aku bukanlah bagian dari negeri pertiwi

Entah mengapa, hari ini tak berani ku tengok tulisan harian miliknya disudut maya
Karena telah kucium aroma "Sara" didekatku.

Diana....

Diana Lieur

/dianaaa111

TERVERIFIKASI

"when u're fifteen feeling like there's nothing to figure out" _ Taylor Swift
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.