HIGHLIGHT PUISI

Kartiniku Buat Negeri Kecilku

19 Apr 2017 | 21:41 Diperbarui : 19 Apr 2017 | 22:07 Dibaca : Komentar : Nilai :

Kartiniku buat Negeri Kecilku

Oleh Darma BC


Pelangi itu tiba - tiba hadir pada pagi tiada hujan

Warna beragam tampak indah jelas disinari sang mentari

Dia tak terabaikan

Dia jelas tak terpinggirkan


Halaman hati berhias taman sambut siap hadirnya

Kepakan sayap para sang burung indah menari mengitarinya

Tak henti tarian kumbang melantai pada kelopak bunga turut ramaikan ceria pagi


Kini hari semakin siang

Mentari dengan gagahnya berjalan pada titian hari

Kewibaannya terangi hari mulai membesar

Pelangi siapkan selendang untuk menari

Walau hari telah meninggi

Walau lama waktu tak terhenti

Pelangi tetaplah Kartini

Di lembar hati sang Mentari


Kini pelangi makin berarti

Ketika burung telah bertengger pada dahan sang kekasih

Ketika kicaunya tiada terhenti untuk cerianya hari

Ketika bunga hasilkan madu buat sang kumbang yang tiada pernah berang

Pelangi semakin berarti

Saat hati sudah tembaat

Pada kata yang tak terlambat


Untaian rayu buat selendang semakin menggebu

Ajarkan lembut gemulai tangan melambai

Indahnya hari Pelangi sebagai Kartini di sebuah Negeri


Negeri kini terbangun

Helakan selimut pagi dingin nan sunyi

Siap berjalan tanpa berjinjit

Diatas embun tanpa tanpa kabut pagi


Negeri kini tersenyum

Tersambut pelangi dan indahnya hari

Walau negeri kecil tiada pandai untuk menari


Kini Negeri kecilku telah berlayar

 bernahkoda Mentari pembisik hati sang Pelangi

Berlayar jauh ke satu tujuan

Sampai nanti...

Sampai semua berarti..

Sampai tiada alas dan batas


Kini Pelangi semakin berarti pada negeri kecilku..

Bawakan aku dan ajarkan kamu tari berselendang berwarna warni

Dengan santun ia berlantun  tanda syukur ia bertutur

warnai hati semua penghuni

Penghuni negeri kini berarti


Tiada ucap kata nan tepat untuk Kartiniku pada negeri kecilku

Terima kasih buat selendang tarimu

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.