PUISI

Kepada: 'Anggun' di Bulan Puasa

18 Jun 2017 | 11:21 Diperbarui : 18 Jun 2017 | 11:21 Dibaca : Komentar : Nilai :

Aku selalu tersenyum

sejenak setelah terbangun

oleh teriakan anak-anak:

"Saor... saor..."



Hingga senja menjelang

aku baru terjaga...

mematung di tepian jalan

memandang wajah-wajah lusuh

berpuasa sejak subuh.

Masihkah kau ingat... di situ awal kita bertemu?



Betapa kagumku tak terbendung

berkerudung membuatmu semakin anggun...

mungkin keduanya membuatmu anggun:

ibadah dan lapar.

Juga namamu....



Hingga di hari tua kita tiba,

aku merindukan... dibangunkan

teriakan anak-anak kecil:

"Saor...saor..."

Dan aku akan terus terlelap

hingga senja menjelang.

Membuka mata dan melihatmu....



Tersenyumku dan berbisik:

Ibadah dan laparmu membuatku selalu terkapar,

selalu cinta sejak saban hari kita bertemu

juga di bulan puasa.



Bataona Noce,

Jakarta, Juni 2017


Bataona Noce

/bataona

TERVERIFIKASI

Mencintai bahasa dan sastra, seperti mencintai dirinya sendiri.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.