DONGENG

Tiga Permintaan

20 Jun 2017 | 04:15 Diperbarui : 20 Jun 2017 | 11:20 Dibaca : Komentar : Nilai :
Ilustrasi: flickr.com

Permintaan kedua yang saya ajukan kepada jin botol adalah kastengel, seperti yang biasa dibuat ibu.  Awalnya dia tidak mengerti maksud saya.

"Kan sudah kubilang, aku tidak bisa melakukan hal seperti itu," katanya.

Satu detik kemudian, "Oh, kastengel. Aku mengerti.”

Dia melipat tangan sambil menganggukkan kepala. Cling!

Ia menyerahkan sebungkus roti wafer seharga seribu rupiah.

"Itu wafer, bukan keju," kata saya.

Kepala saya jadi pusing. Saya merasa mual, seolah udara tak cukup mengisi paru-paru. Sambil menahan kesal , dengan suaraku serak bagai terompet tahun baru saya berkata,

"Coba lagi!"

"Oke, oke," katanya jengkel Gumpalan arum manis muncul di antara jari-jarinya, bahkan tanpa plastik pembungkus. Lengket, merah jambu pewarna tekstil, bagai bulu kelinci kusut.

"Menjijikkan," kata saya dengan ekspresi wajah yang sepadan.

"Sudah lama sekali," katanya. " Tidak ada yang percaya lagi dengan jin. Apa permintaanmu yang ketiga? "

"Saya ingin ibu saya kembali," jawab saya.

"Kukatakan padamu, aku tak bisa mengembalikan orang yang telah meninggal."

"Saya tahu," kata saya.

"Keinginan saya yang ketiga adalah jin yang bisa mengembalikan ibu saya."


Bandung, 20 Juni 2017

Ikhwanul Halim

/ayahkasih

TERVERIFIKASI

A father, author of 'The Geek Got The Girl' dan 'Rindu yang Memanggil Pulang' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' dan '2045' (Kumpulan Cerpen), totally awesome geek, urban nomad, sinner, skepticist and believer, great pretender, truth seeker, kompasianer, fiction-writer, poet, space dreamer. https://www.inspirasi.co/ayahkasih https://www.wattpad.com/user/IkhwanulHalim
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.