HIGHLIGHT PUISI

Sajak Seorang Petani

12 Apr 2017 | 22:17 Diperbarui : 12 Apr 2017 | 22:27 Dibaca : Komentar : Nilai :

Aku hanya seorang petani

Berangkat di kala embun pagi

Membasahi rumput di sepanjang sawah

Menemani kaki ini setiap langkah

 

Mentari pun belum menampakkan diri

Menyinari senyum yang tersungging

Di antara kerasnya hidup

Memenjarakan semua mimpi

 

Aku hanya seorang petani

Bermandikan lumpur dan terik mentari

Kulit hitam pun penuh lebam

Berfarpumkan keringat yang mengucur

 

Petani hanya gelar yang enggan diminati

Kerjanya mencari nafkah dari hasil bumi

Yang tak tentu kapan harga akan stabil

Untuk menafkahi anak yang masih kecil

 

Dua bulan sekali kami memetik hasil

Jerih payah yang direndahkan para petinggi

Akibat kerja kami tak pakai dasi

Hingga nasib petani semakin mengecil

 

Cianjur, 12 April 2017

 

Asep Dani

Mahasiswa, Pengajar dan Penggiat Literasi

Asep Dani

/asepdani

Mahasiswa Fakultas Sains Terapan Unsur, Cianjur
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.