PUISI

Keranda

02 Jul 2017 | 22:24 Diperbarui : 02 Jul 2017 | 22:24 Dibaca : Komentar : Nilai :

Jejak ini telah terhapus oleh darah-darah yang mengalir di antara trotoar jalan

Mereka yang menamakan dirinya sang penguasa hanya duduk di kursi

Melihat orang-orang berorasi di terik mentari

Meminta hak mereka terpenuhi

.

Hai, tuan!

Janganlah kau membuat sebuah janji yang menikam hati rakyat

;Bangsat, persetan dengan lidahmu yang selalu menjilat

Tanganmu yang selalu mengoyak-ngoyak negeri ini

Otakmu yang selalu berkamuflase mencari-cari kesalahan kami

.

Di sini, kami menjerit

Di antara bumi yang terhimpit

Gedung-gedung pencakar langit menindih tubuh kami

Hingga kami tak bisa berdaya

.

Sayatan-sayatan luka sengaja kau goreskan

Anak-anak penerus bangsa sengaja kau biarkan berandalan

Lalu, kau keruk harta negeri ini untuk mengisi kantongmu sendiri

Biadab, 

Kau menari di atas kuburan yang telah dibuat untuk kami

Keranda sengaja kau sediakan

Di ujung negeri, kuburan kami kau buat

Di bawah pabrik-pabrik yang membuat paru-paru kami sesak

.

Kami di sini hanya meminta bukti

Dari seribu ucapan yang telah kau berikan

Bukan mengusir kami pergi dari negeri ini

Untuk menghilangkan barang bukti

.

Di sini,

Di tempat ini,

Kau tikam kami,

Kau bantai kami,

Dengan kebohongan,

Hingga kami menderita

.

Cianjur, 26 Mei 2017

Asep Dani

/asepdani

TERVERIFIKASI

Mahasiswa Fakultas Sains Terapan Unsur, Cianjur
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.